
Pantau - Produksi padi di Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak tajam hingga lebih dari 1,7 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2025, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu tulang punggung utama swasembada pangan nasional 2026.
Peningkatan ini tercatat naik lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat mengalami penurunan.
Kenaikan signifikan ini juga dibarengi dengan penambahan luas panen, peningkatan produktivitas, serta ketersediaan stok benih dalam kondisi surplus.
NTB Bertransformasi Jadi Basis Produksi Pangan yang Kuat
Lonjakan produksi ini menandai pergeseran penting bagi sektor pertanian NTB, dari daerah yang selama ini rentan terhadap fluktuasi iklim, keterbatasan air, dan alih fungsi lahan, menjadi wilayah yang semakin percaya diri dengan kekuatan produksi pangannya.
Namun demikian, muncul pertanyaan apakah lonjakan produksi ini cukup kokoh untuk menopang swasembada pangan secara berkelanjutan atau masih bergantung pada momentum sesaat dan intervensi jangka pendek.
Swasembada pangan tidak hanya soal pencapaian angka produksi, tetapi juga menyangkut aspek keberlanjutan lahan, kesejahteraan petani, stabilitas harga, serta keseimbangan antara produksi, lingkungan, dan kebutuhan ekonomi.
Luas Panen dan Optimalisasi Lahan Jadi Kunci Lonjakan Produksi
Peningkatan produksi padi NTB tahun 2025 bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan teknis dan program optimalisasi lahan.
Data menunjukkan adanya kenaikan luas panen dari sekitar 281 ribu hektare menjadi lebih dari 322 ribu hektare.
Produktivitas per hektare juga naik dari sekitar 51 kuintal menjadi lebih dari 52 kuintal per hektare.
Lonjakan ini lebih banyak ditopang oleh perluasan lahan tanam dibandingkan peningkatan hasil per hektare.
Program optimalisasi lahan menjadi faktor kunci peningkatan produksi, di antaranya melalui:
- Pemanfaatan lahan nonrawa
- Pompanisasi
- Pembangunan sumur resapan
- Perbaikan jaringan irigasi sederhana
Transformasi teknis ini menjadi bukti bahwa pendekatan baru terhadap lahan marginal memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan di NTB.
Dengan capaian tersebut, NTB kini memainkan peran strategis dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan







