Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Aktivitas Gunung Sangeang Api Meningkat, Warga Diminta Waspada Meski Status Masih Waspada

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Aktivitas Gunung Sangeang Api Meningkat, Warga Diminta Waspada Meski Status Masih Waspada
Foto: (Sumber: Tangkapan layar laporan statistik aktivitas gempa di Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat selama periode 1-15 Januari 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi)

Pantau - Badan Geologi mencatat peningkatan signifikan aktivitas gempa vulkanik dalam di Gunung Sangeang Api, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), selama periode 1 hingga 15 Januari 2026.

Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyampaikan bahwa pemantauan menggunakan seismograf menunjukkan adanya 139 kali gempa vulkanik dalam selama periode tersebut.

"Pemantauan secara instrumental menggunakan seismograf menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dalam mencapai 139 kali selama periode tersebut," ungkapnya.

Indikasi Pergerakan Magma, Potensi Letusan Tetap Diwaspadai

Selain 139 gempa vulkanik dalam, tercatat pula 40 kali gempa hembusan, 51 kali gempa tektonik lokal, dan 106 kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas gempa vulkanik dalam tersebut mengindikasikan adanya pergerakan magma di bawah permukaan Gunung Sangeang Api, yang berpotensi menjadi awal dari proses erupsi.

Gunung Sangeang Api diketahui memiliki karakter letusan eksplosif berdasarkan catatan erupsi sebelumnya.

Potensi bahaya yang dapat muncul meliputi awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, dan emisi gas beracun di sekitar kawasan puncak.

Meski potensi utama berada di area puncak, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman aliran lava dan lontaran material jika aktivitas meningkat lebih lanjut.

"Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental pada periode 1–15 Januari 2026 serta potensi ancaman bahaya, maka tingkat aktivitas Gunung Sangeang Api masih pada Level II atau waspada," jelas Lana.

Rekomendasi Wilayah Terlarang dan Peringatan Musim Hujan

Dengan status Level II (Waspada), Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung Sangeang Api.

Larangan juga berlaku untuk sektoral timur hingga tenggara sejauh 6,5 kilometer dari kawah aktif.

Beberapa daerah yang harus dihindari karena potensi bahaya aliran piroklastik meliputi Lembah Sori Wala, Sori Mantau hingga mencapai pantai, Lembah Sori Boro, dan Sori Oi.

Selain itu, masyarakat, petani, dan wisatawan dilarang beraktivitas di seluruh lembah sungai yang berhulu di puncak gunung karena berisiko dilanda aliran lahar, terutama saat musim hujan.

Penulis :
Aditya Yohan