Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Tembus Rekor Tertinggi Sejak Diluncurkan, Optimisme Pelaku Usaha Menguat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 Tembus Rekor Tertinggi Sejak Diluncurkan, Optimisme Pelaku Usaha Menguat
Foto: (Sumber: Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif (ANTARA/HO-Kemenperin).)

Pantau - Kementerian Perindustrian mencatat Indeks Kepercayaan Industri pada Januari 2026 mencapai 54,12 poin atau melonjak 2,22 poin secara bulanan dan menjadi capaian tertinggi sejak indeks tersebut pertama kali diluncurkan pada November 2022 atau dalam 49 bulan terakhir.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan bahwa penguatan indeks ini mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun.

Febri Hendri Antoni Arif menyatakan "Capaian ini juga lebih tinggi 1,02 poin dibandingkan Januari 2025, yang menandakan penguatan kepercayaan pelaku industri terhadap prospek usaha di awal tahun", ungkapnya.

Dari sisi makroekonomi, stabilitas kebijakan moneter dinilai menopang kinerja industri nasional seiring Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur 20–21 Januari 2026.

Kebijakan tersebut memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi nasional.

Dari sektor riil, aktivitas manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi yang tercermin dari Indeks PMI S&P Global Manufaktur Indonesia Desember 2025 sebesar 51,2 atau mencatat ekspansi selama lima bulan berturut-turut.

Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia pada triwulan IV 2025 juga meningkat menjadi 51,86 persen dan PMI Bank Indonesia diproyeksikan terus menguat pada triwulan I 2026.

Struktur Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 menunjukkan perbaikan merata di hampir seluruh subsektor industri pengolahan dengan 20 dari 23 subsektor berada di fase ekspansi dan berkontribusi 94,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas.

Peningkatan indeks terjadi karena pelaku industri mengintensifkan kegiatan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan menjelang bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, dan hari raya keagamaan lainnya.

Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan "Kami menilai peningkatan IKI terjadi karena pelaku industri mulai mengintensifkan kegiatan produksi untuk merespons dan memenuhi peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, serta hari raya keagamaan lainnya", ujarnya.

Dua subsektor dengan nilai Indeks Kepercayaan Industri tertinggi adalah industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer serta industri mesin dan perlengkapan.

Febri Hendri Antoni Arif menyampaikan "Kenaikan angka IKI pada subsektor ini juga dipengaruhi oleh respon positif pelaku industri terhadap surat Menteri Perindustrian kepada Menteri Keuangan. Meskipun demikian, usulan tersebut masih dalam proses pembahasan antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan", ungkapnya.

Di sisi lain, beberapa subsektor seperti industri kulit dan alas kaki, industri kayu dan gabus, serta industri komputer dan elektronik masih berada dalam fase kontraksi akibat pelemahan permintaan ekspor, faktor musiman, dan dinamika geopolitik global.

Seluruh variabel penyusun Indeks Kepercayaan Industri Januari 2026 berada di zona ekspansi dengan indeks pesanan 55,27, indeks produksi 54,86 setelah tujuh bulan kontraksi, dan indeks persediaan 50,14.

Survei juga menunjukkan 78,5 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik dan stabil, tingkat optimisme meningkat menjadi 72,5 persen, serta tingkat pesimisme turun menjadi 4,5 persen.

Penguatan indeks turut tercermin pada kinerja industri berorientasi ekspor yang mencapai 54,62 serta realisasi investasi industri pengolahan sebesar Rp218,2 triliun pada triwulan IV 2025.

Febri Hendri Antoni Arif menyatakan "Capaian IKI Januari 2026 menjadi modal awal yang kuat bagi industri nasional untuk terus tumbuh berkelanjutan sepanjang tahun 2026", pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf