
Pantau - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menetapkan alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 sebesar Rp3,83 triliun.
Alokasi dana tersebut ditargetkan untuk menjangkau 28.981 debitur yang terdiri dari pelaku usaha baru maupun pelaku usaha yang naik kelas (graduasi).
"Kami telah menerima plafon dana KUR untuk tahun 2026 di Provinsi Bengkulu hampir sama seperti tahun sebelumnya sekitar Rp3,83 triliun," ujar Kepala Kantor Wilayah DJPb Kemenkeu Bengkulu, Muhammad Irfan Surya Wardhana, di Kota Bengkulu, Sabtu (31/1/2026).
Target dan Skema Penyaluran Dana KUR
Skema konvensional ditargetkan menyasar 27.015 debitur.
Dari angka tersebut, sebanyak 14.667 merupakan debitur baru dan 12.348 merupakan debitur graduasi.
Sementara itu, pada skema syariah, target penyaluran mencapai 1.966 debitur, terdiri dari 1.625 debitur baru dan 341 debitur graduasi.
"Dengan total target hampir 29 ribu debitur, terdapat upaya yang seimbang antara memperluas akses keuangan bagi wirausaha baru dan mendorong wirausaha yang sudah ada untuk berkembang ke level yang lebih tinggi," terang Irfan.
Penyaluran KUR Tidak Dibatasi, UMKM Didorong Naik Kelas
Irfan menegaskan bahwa tidak ada pembatasan kuota bagi bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam menyalurkan dana KUR di Provinsi Bengkulu.
"Jadi tidak ada pembatasan penyaluran KUR. Mungkin yang dibatasi itu adalah nasabah yang bermasalah seperti kredit macet dan lainnya, kalau mereka mengajukan yang baru maka ada sistem layanan informasi keuangan (SLIK) OJK. Tapi secara ketentuan kami (Kemenkeu) tidak pernah membatasi dana KUR," jelasnya.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, sebanyak 46.248 masyarakat di Bengkulu telah memanfaatkan program KUR dengan total penyaluran mencapai Rp3,44 triliun.
Irfan menyebut tingginya angka penyaluran KUR di Bengkulu disebabkan oleh banyaknya pelaku UMKM yang naik kelas dari program Kredit Usaha Ultra Mikro (UMi) ke KUR.
Ia mengimbau agar pemerintah daerah (pemda) melakukan pendataan jumlah pelaku UMKM di wilayah masing-masing.
Langkah ini diharapkan dapat memaksimalkan penyaluran bantuan modal usaha melalui program KUR.
Program KUR dinilai mampu meningkatkan perekonomian daerah, khususnya di Provinsi Bengkulu.
- Penulis :
- Shila Glorya








