
Pantau - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali menyimpulkan bahwa pengelolaan operasional fungsi intermediasi oleh Bank BPD Bali dinilai berjalan efektif berdasarkan hasil pemeriksaan kinerja hingga semester I tahun 2025.
Fokus Pemeriksaan UMKM dan Pembangunan Daerah
Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menegaskan bahwa pemeriksaan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana evaluasi yang objektif dan independen.
"Hasil pemeriksaan ini tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai sarana evaluasi objektif dan independen guna mendorong perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kinerja," ungkapnya.
Pemeriksaan difokuskan pada fungsi intermediasi, yaitu kegiatan menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dengan penekanan pada sektor UMKM dan sektor prioritas pembangunan di Bali.
Meski operasional dinilai efektif, BPK tetap memberikan sejumlah catatan dan rekomendasi untuk peningkatan kinerja ke depan.
"Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan manajemen bank itu dalam menyempurnakan kebijakan dalam memperkuat manajemen risiko serta meningkatkan kualitas penyaluran kredit dan layanan perbankan kepada masyarakat," tambah Satria Perwira.
Ia juga berharap agar seluruh rekomendasi dapat ditindaklanjuti secara tepat waktu dan berkelanjutan.
"Kami berharap rekomendasi ini dapat ditindaklanjuti secara tepat waktu, tepat sasaran, dan berkelanjutan sebagai wujud komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola perbankan yang sehat, akuntabel dan berdaya saing," ujarnya.
Pemeriksaan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara serta Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang BPK, dan merupakan bagian dari pemeriksaan tematik nasional di wilayah Indonesia timur.
BPD Bali Sambut Baik Arahan, Catat Pertumbuhan Positif
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyambut baik hasil dan arahan dari BPK.
"Harapan kami, setiap unit kerja kami bisa bersatu padu membangun tim kerja untuk memberikan yang terbaik bagi lembaga dan masyarakat," ungkapnya.
Ia juga memaparkan capaian kinerja keuangan Bank BPD Bali, di antaranya:
Aset bank mencapai Rp41,3 triliun, tumbuh 8,01 persen.
Modal inti sebesar Rp3,39 triliun.
Portofolio kredit hampir Rp25 triliun, tumbuh 9,51 persen.
Kredit UMKM tumbuh 9,23 persen.
Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 0,8 persen.
Untuk tahun 2026, Bank BPD Bali menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 9 persen.
- Penulis :
- Gerry Eka








