Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Remitansi PMI NTB Capai Rp221,46 Miliar Sepanjang 2025, Didominasi Kiriman dari Arab Saudi dan Malaysia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Remitansi PMI NTB Capai Rp221,46 Miliar Sepanjang 2025, Didominasi Kiriman dari Arab Saudi dan Malaysia
Foto: Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB Muhammad Ahyar (kiri) menyampaikan data perkembangan remitansi di Kantor BPS NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin 2/2/2026 (sumber: BPS NTB)

Pantau - Sepanjang Januari hingga Desember 2025, jumlah remitansi atau transfer uang dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat mencapai Rp221,46 miliar.

Ketua Tim Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Muhammad Ahyar mengungkapkan, "NTB menerima uang masuk selama tahun 2025 sebesar Rp221,46 miliar," saat memberikan keterangan di Mataram, Senin (2/2/2026).

Remitansi tersebut disalurkan melalui dua jalur utama, yakni melalui Bank Indonesia sebesar Rp111,84 miliar dan melalui Pos Indonesia sebesar Rp109,64 miliar.

Penurunan Tipis Dibanding Tahun Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, total remitansi yang diterima NTB pada 2025 mengalami penurunan sebesar 0,77 persen atau setara Rp1,71 miliar.

"Total remitansi tahun 2024 sebesar Rp223,17 miliar, sedangkan tahun 2025 sebesar Rp221,46 miliar," papar Ahyar.

Pada bulan Desember 2025, remitansi melalui Bank Indonesia tercatat sebesar Rp6,67 miliar.

Negara asal remitansi terbesar pada Desember 2025 adalah Arab Saudi sebesar Rp1,89 miliar atau 28,39 persen, disusul Malaysia sebesar Rp1,80 miliar atau 27,02 persen, dan Jepang sebesar Rp549,79 juta atau 8,24 persen.

Daerah penerima remitansi terbanyak melalui Bank Indonesia pada Desember 2025 adalah Kabupaten Sumbawa sebesar 35,87 persen, Kabupaten Bima 20,63 persen, Kota Mataram 15,37 persen, dan Kabupaten Lombok Tengah 14,61 persen.

Sementara itu, pengiriman remitansi melalui Pos Indonesia pada Desember 2025 mencapai Rp21,47 miliar.

Daerah tujuan remitansi melalui Pos Indonesia didominasi Kabupaten Sumbawa sebesar 35,33 persen, Kabupaten Lombok Timur 30,89 persen, dan Kabupaten Lombok Barat 9,15 persen.

"Lebih dari 60 persen remitansi yang dikirimkan melalui Pos Indonesia ditujukan kepada Sumbawa dan Lombok Timur," ungkap Ahyar.

Puluhan Ribu PMI NTB Dikirim Secara Legal Selama 2025

Sepanjang tahun 2025, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB mencatat sebanyak 25.062 warga NTB berangkat menjadi pekerja migran secara legal.

Negara tujuan utama penempatan PMI NTB pada 2025 adalah Malaysia sebanyak 23.685 orang, disusul Brunei Darussalam 387 orang, Singapura 288 orang, Jepang 286 orang, dan Arab Saudi 135 orang.

Kontribusi terbesar PMI NTB berdasarkan daerah asal datang dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 12.029 orang, Kabupaten Lombok Tengah 7.156 orang, Kabupaten Lombok Barat 4.625 orang, Kabupaten Lombok Utara 702 orang, dan Kota Mataram 637 orang.

Penulis :
Arian Mesa