Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat 2,52 Persen Ditopang Sentimen Positif Transparansi MSCI dan Rebound Komoditas

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

IHSG Menguat 2,52 Persen Ditopang Sentimen Positif Transparansi MSCI dan Rebound Komoditas
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026, naik sebesar 199,87 poin atau 2,52 persen ke level 8.122,60, didorong oleh sentimen positif pasar terhadap transparansi otoritas pasar modal terkait isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Penguatan Indeks dan Sektor Saham

Indeks LQ45 turut mengalami kenaikan sebesar 17,48 poin atau 2,17 persen dan berakhir di posisi 823,72.

IHSG sempat dibuka melemah pada sesi pagi, namun perlahan bergerak ke zona hijau hingga sesi pertama ditutup, dan terus berada di teritori positif sampai akhir perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor mencatatkan penguatan, dengan sektor barang baku memimpin sebesar 6,52 persen.

Sektor properti juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,02 persen, disusul sektor transportasi dan logistik yang naik 4,97 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan tertinggi antara lain HUMI, LEAD, GTSI, BUMI, dan OASA.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar meliputi NSSS, MORA, FILM, INTD, dan RMKO.

Jumlah transaksi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.273.812 kali, dengan volume mencapai 61,09 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp29,35 triliun.

Sebanyak 654 saham mengalami kenaikan harga, 108 saham mengalami penurunan, dan 56 saham stagnan.

Analisis Pasar dan Sentimen Global

Kepala Riset PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa penguatan IHSG hari ini terjadi karena dua faktor utama.

"Technical rebound karena udah oversold, dan faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI," ungkapnya.

Ia juga memprediksi tren IHSG dalam waktu dekat akan tetap positif.

"IHSG diperkirakan akan bergerak konsolidasi cenderung menguat sepanjang pekan ini," ujarnya.

Dari sisi domestik, minat beli investor mulai meningkat menjelang musim laporan keuangan tahunan.

"Sementara domestik banyak yang bargain hunting karena sebentar lagi musim laporan keuangan full year 2025," ia mengungkapkan.

Sementara itu, investor asing masih mengambil sikap wait and see terhadap hasil pengumuman MSCI.

Di sisi lain, harga emas dan perak mengalami rebound setelah dua hari mengalami tekanan jual signifikan.

Menurut Wafi, "Koreksi tajam pada harga emas dan perak adalah bagian dari penyesuaian posisi, bukan penurunan yang berkelanjutan."

Dari kawasan global, pelaku pasar di Eropa menunggu rilis data inflasi Januari 2026 yang diperkirakan turun ke 1,8 persen dari 1,9 persen di bulan sebelumnya.

Di Amerika Serikat, akan dirilis data ISM Services PMI Januari 2026 yang diprediksi sedikit menurun ke angka 54,3 dari 54,4 pada Desember 2025.

Bursa saham Asia pada hari yang sama juga menunjukkan tren positif.

Indeks Nikkei naik 2.065,50 poin atau 3,92 persen ke 54.720,69.

Indeks Shanghai menguat 51,98 poin atau 1,29 persen ke 4.067,73.

Indeks Hang Seng naik 59,19 poin atau 0,22 persen ke 26.834,76.

Indeks Strait Times menguat 51,81 poin atau 1,06 persen ke 4.944,08.

Penulis :
Shila Glorya