Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Sumut Serap 1.117 Ton Gabah Sepanjang Januari 2026, Targetkan Stabilitas Harga Pangan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bulog Sumut Serap 1.117 Ton Gabah Sepanjang Januari 2026, Targetkan Stabilitas Harga Pangan
Foto: Arsip - Seorang petani menunjukkan gabah kering panen (GKP) di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (sumber: ANTARA/M.Sahbainy Nasution)

Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Bulog Sumut) menyerap sebanyak 1.117 ton gabah kering panen (GKP) dari petani di berbagai daerah sepanjang Januari 2026.

"Kami telah melakukan penyerapan sebanyak 1.117 atau 558 ton setara beras di berbagai daerah di Sumut," ungkap pihak Bulog Sumut dalam keterangan resminya.

Penyerapan Tersebar di Enam Kabupaten

Penyerapan gabah dilakukan di enam kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Batu Bara, Labuhanbatu Utara, dan Tapanuli Tengah.

Namun, Bulog menyebutkan bahwa penyerapan pada awal Januari 2026 belum maksimal karena jumlah panen dari petani masih sedikit.

"Diprediksi masa panen padi dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei 2026," ia mengungkapkan.

Harga dan Pemanfaatan Gabah

Harga pembelian gabah kering panen (GKP) ditetapkan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Harga ini berlaku untuk gabah yang sudah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.

Gabah yang dibeli Bulog akan digunakan untuk mendukung program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan beras saat terjadi bencana alam.

"Saya imbau para petani untuk segera memanen padi jika sudah tiba waktunya agar hasilnya maksimal," ujar pejabat Bulog Sumut.

Target dan Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya

Pada tahun 2026, Bulog Sumut menargetkan dapat menyerap sebanyak 62.718 ton gabah kering panen.

Target ini ditetapkan untuk menjaga stabilitas harga beras di wilayah Sumatera Utara.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 Bulog Sumut telah menyerap 54.000 ton GKP atau setara 27.000 ton beras, dengan tujuan serupa menjaga stabilitas harga.

Penulis :
Arian Mesa