
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 24,12 poin atau 0,30 persen ke posisi 8.146,72 pada akhir perdagangan Rabu (4/2).
Rebound Komoditas Dorong Penguatan IHSG
Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan harga komoditas emas dan perak yang turut mendorong saham-saham emiten terkait.
"Berlanjutnya rebound harga emas dan perak menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan indeks," ungkap analis pasar modal.
Indeks LQ45 juga ikut menguat sebesar 9,06 poin atau 1,10 persen ke level 832,79.
IHSG sempat dibuka menguat namun kemudian bergerak melemah hingga akhir sesi pertama.
Memasuki sesi kedua, IHSG kembali ke zona hijau dan bertahan di area positif hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat empat sektor yang mengalami penguatan.
Sektor barang baku mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,97 persen, diikuti sektor industri yang naik 1,13 persen dan sektor keuangan sebesar 0,97 persen.
Sementara itu, tujuh sektor tercatat mengalami pelemahan.
Sektor barang konsumen non primer mencatat penurunan terdalam sebesar 4,16 persen, disusul sektor infrastruktur yang turun 2,33 persen, serta sektor barang konsumen primer turun 1,46 persen.
Beberapa saham yang mencatat penguatan tertinggi antara lain MBTO, NZIA, NASI, LAJU, dan SURI.
Sementara saham-saham yang melemah paling dalam antara lain BIPI, TRUE, UNIQ, MORA, dan BUVA.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.890.404 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 45,43 miliar lembar saham dan total nilai transaksi sebesar Rp25,74 triliun.
Tercatat 301 saham mengalami kenaikan harga, 391 saham turun, dan 125 saham stagnan.
Sentimen Domestik dan Global Warnai Pasar
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati rencana Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025.
Konsensus memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5 persen year on year (yoy), menurun dari 5,3 persen pada 2024.
Adapun untuk kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,2 persen (yoy) dan 1,9 persen quarter on quarter (qoq), meningkat dari kuartal III-2025 yang tercatat sebesar 5,04 persen (yoy) dan 1,43 persen (qoq).
Dari mancanegara, investor mencermati data retail sales kawasan Eropa untuk periode Desember 2025 yang diperkirakan tumbuh 2,3 persen (yoy), meningkat dari 2 persen pada November.
Pasar juga menanti arah kebijakan dari pertemuan European Central Bank (ECB) yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen dan deposit facility rate di 2 persen.
Di saat yang sama, pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan Bank of England (BoE) yang diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen.
" Kami memperkirakan IHSG berpotensi uji level 8.200 pada perdagangan Kamis," ungkap seorang analis pasar.
Sementara itu, bursa saham Asia sore ini menunjukkan pergerakan yang bervariasi.
Indeks Nikkei Jepang melemah 427,30 poin atau 0,78 persen ke posisi 54.293,39.
Indeks Shanghai Tiongkok menguat 34,46 poin atau 0,85 persen ke 4.102,20.
Indeks Hang Seng naik tipis 12,55 poin atau 0,05 persen ke 26.847,32.
Adapun Indeks Strait Times Singapura turut menguat 21,41 poin atau 0,54 persen ke level 4.965,50.
- Penulis :
- Arian Mesa







