Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

HKTI Yakin Produksi Padi 2026 Tetap Terjaga, Optimisme Petani Menguat di Tengah Tantangan Iklim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

HKTI Yakin Produksi Padi 2026 Tetap Terjaga, Optimisme Petani Menguat di Tengah Tantangan Iklim
Foto: (Sumber: Ilutrasi - Seorang petani menyunggi padi hasil panen sebelum digiling di Dukuh Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (2/7/2025). ANTARA FOTO/Makna Zaezar/tom.)

Pantau - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyatakan optimisme bahwa produksi padi nasional akan tetap terjaga sepanjang tahun 2026, meski dihadapkan pada dinamika iklim dan potensi curah hujan tinggi di sejumlah sentra pertanian.

Dukungan Program Pemerintah Jadi Kunci Stabilitas Produksi

Dewan Pakar DPD HKTI Jawa Barat, Entang Sastraatmaja, menilai bahwa berbagai kebijakan dan program pemerintah telah berada di jalur yang tepat untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

"Kami optimistis produksi padi nasional pada 2026 tetap terjaga di tengah dinamika iklim yang masih berpotensi memicu curah hujan tinggi di sejumlah wilayah pertanian," ungkap Entang.

Ia menegaskan bahwa tantangan iklim bukanlah hambatan mutlak selama petani dibekali dengan pendampingan dan akses sarana produksi yang memadai.

"Saya yakin petani tetap mampu berproduksi dengan baik meskipun terjadi hujan ekstrem. Pemerintah secara serius membangun optimisme petani melalui berbagai program yang nyata dan terukur," ujarnya.

Adapun faktor utama yang menopang kesiapan produksi padi pada musim tanam 2026 meliputi:

  • Distribusi benih unggul secara merata
  • Penambahan alokasi pupuk bersubsidi
  • Dukungan sarana pengelolaan air seperti sistem pompanisasi

Entang menyebut, HKTI mendukung penuh langkah pemerintah dalam mempersiapkan musim tanam, karena persiapan tanam adalah fondasi utama menjaga keberlanjutan produksi.

Produksi 2025 Naik Signifikan, Jadi Modal Awal 2026

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa potensi luas panen nasional pada Januari–Maret 2026 mencapai 3,28 juta hektare, naik 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Rinciannya:

  • Januari 2025: 0,42 juta hektare
  • Februari 2025: 0,76 juta hektare
  • Maret 2025: 1,67 juta hektare

Total produksi padi tahun 2025 mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG) atau meningkat 7,06 juta ton dari tahun sebelumnya, setara dengan kenaikan 13,29 persen.

Capaian ini sejalan dengan proyeksi lembaga internasional seperti FAO dan USDA, yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton.

"Lonjakan produksi ini menunjukkan bahwa produktivitas, perluasan luas panen, serta kebijakan yang berpihak kepada petani menjadi modal kuat menghadapi musim tanam berikutnya, termasuk awal 2026 yang masih menjanjikan," tutur Entang.

HKTI juga mendorong sinergi lintas pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan petani di tengah tantangan cuaca ekstrem, dengan menekankan pentingnya pendampingan lapangan, akses input pertanian, serta distribusi sarana yang pasti.

"Ini pekerjaan besar yang harus dijalankan dengan kehormatan dan tanggung jawab," tegasnya.

Sudaryono Tegaskan Komitmen HKTI Kawal Ketahanan Pangan

Sementara itu, Ketua Umum DPN HKTI yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa HKTI siap menjadi garda terdepan dalam mengawal program prioritas pertanian nasional.

"Sendirian kita lemah, tetapi jika kita bersama, kita akan menjadi semakin kuat. HKTI siap berperan aktif mendukung program prioritas pertanian nasional, termasuk swasembada pangan dan penguatan kedaulatan pangan nasional," katanya.

Dalam Dialog Nasional HKTI bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 16 Desember 2025, Sudaryono menyampaikan kesiapan seluruh anggota HKTI untuk menjalankan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai swasembada dan kedaulatan pangan.

Entang pun mengajak seluruh petani untuk tetap optimis menghadapi musim tanam:

"Harus optimistis, karena apa yang dibangun hari ini bisa menjadi percontohan bagi masa tanam berikutnya."

Dengan kebijakan yang konsisten, kesiapan tanam yang matang, dan semangat petani yang tinggi, sektor pertanian diyakini akan tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Penulis :
Aditya Yohan