Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Indef Dorong Transformasi Teknologi dan SDM untuk Jaga Kontribusi Industri Pengolahan terhadap Ekonomi Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indef Dorong Transformasi Teknologi dan SDM untuk Jaga Kontribusi Industri Pengolahan terhadap Ekonomi Nasional
Foto: (Sumber: Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti memberikan sambutaan saat seminar Outlook Energi Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (9/12/2025). Seminar yang digelar Indef tersebut membahas strategi mewujudkan diversifikasi dan kemandirian energi nasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.)

Pantau - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai bahwa strategi penguatan industri pengolahan harus mencakup aspek teknologi, efisiensi operasional, dan sumber daya manusia agar sektor ini terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kontribusi signifikan sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025.

Lima Strategi Kunci untuk Industri Pengolahan

Esther menjelaskan bahwa ada lima strategi utama yang perlu dijalankan untuk menjaga daya saing dan kontribusi sektor ini.

Pertama, investasi pada teknologi cerdas seperti smart technology dan penerapan sistem Enterprise Resource Planning (ERP), yang berfungsi mengintegrasikan proses bisnis dan meningkatkan efisiensi produksi.

Kedua, menjaga efisiensi operasional dengan menerapkan value stream mapping, menjamin ketersediaan bahan baku, serta mengurangi waktu perubahan proses produksi (reduce change overtime).

Ketiga, penguatan manajemen SDM melalui pelatihan, upskilling, pemberian insentif berbasis kinerja, dan sistem manajemen modern.

“Peningkatan kualitas SDM menjadi faktor kunci agar industri bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar,” tegas Esther.

Keempat, strategi market positioning yang tepat melalui diversifikasi pasar, inovasi produk, dan pemenuhan kebutuhan konsumen.

Kelima, pengelolaan rantai pasok yang baik untuk menjamin kelancaran distribusi bahan baku dan produk jadi.

Dengan strategi tersebut, Esther optimistis sektor industri pengolahan dapat menjaga konsistensinya dalam menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kontribusi Industri Pengolahan Meningkat di 2025

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor industri pengolahan mendominasi struktur ekonomi Indonesia pada 2025.

Mengacu pada data BPS, kontribusi sektor ini terhadap PDB mencapai 19,07 persen pada 2025, naik dari 18,98 persen di 2024 dan 18,67 persen di 2023.

Dari sisi pertumbuhan, sektor ini mencatatkan kenaikan menjadi 5,30 persen pada 2025, dari sebelumnya 4,43 persen pada 2024 dan 4,64 persen pada 2023.

Secara keseluruhan, industri pengolahan menyumbang 1,07 persen dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,11 persen pada 2025, menjadikannya penyumbang pertumbuhan tertinggi tahun ini.

Penulis :
Aditya Yohan