Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Sumut Serap 99 Ton Jagung Petani di Awal 2026, Targetkan Daerah Potensial Lain

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bulog Sumut Serap 99 Ton Jagung Petani di Awal 2026, Targetkan Daerah Potensial Lain
Foto: (Sumber: Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto ANTARA/M.Sahbainy Nasution.)

Pantau - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Bulog Sumut) telah menyerap sebanyak 99 ton jagung pipil dari sejumlah petani lokal sepanjang Januari 2026.

Penyerapan Dilakukan dari Beberapa Wilayah Produksi Jagung

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa penyerapan dilakukan dari beberapa daerah yang telah panen.

"Pada awal tahun ini, kami telah melakukan penyerapan sebanyak 99 ton dari beberapa daerah yang sudah panen jagung", ungkapnya.

Beberapa daerah tersebut antara lain Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Labuhan Batu.

Penyerapan dipastikan akan terus berlanjut seiring dengan potensi panen dari wilayah lainnya di Sumatera Utara.

"Ketiga daerah ini berpotensi untuk melakukan penyerapan jagung dari petani tersebut", kata Budi, merujuk pada Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, dan Kabupaten Pakpak Bharat yang menjadi wilayah potensial selanjutnya.

Harga Sesuai Aturan Pemerintah, Lindungi Petani Lokal

Harga pembelian jagung oleh Bulog berada pada kisaran Rp6.400 per kilogram, tidak jauh dari harga pasar yang saat ini sekitar Rp6.500 per kilogram.

"Apalagi saat ini di pasar harga jagung berkisar Rp6.500 per kilogram, beda sedikit dengan pembeli Bulog Rp6.400 per kilogram", ujar Budi.

Harga tersebut telah disesuaikan dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Gabah dan Beras yang berlaku mulai 15 Januari 2025.

Kebijakan harga ini bertujuan untuk melindungi petani dan mendorong percepatan swasembada pangan nasional.

Pemerintah juga berharap seluruh pihak terkait bersinergi agar petani tidak dirugikan dan ketahanan pangan nasional dapat terjaga.

Bulog Sumut bekerja sama dengan berbagai pihak seperti gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, pemerintah daerah, dan unsur lainnya untuk menyosialisasikan program penyerapan ini.

Sepanjang tahun 2025, Bulog Sumut telah menyerap sebanyak 2.079 ton jagung pipil kering dari petani lokal, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pakan ayam ternak di wilayah tersebut.

Langkah ini dinilai mendukung ketahanan pangan nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan jagung dari luar daerah.

Penulis :
Gerry Eka