
Pantau - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menerima alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 39.230 ton untuk tahun 2026 guna mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Pupuk Disalurkan Lewat RDKK dan Simluhtan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menyampaikan bahwa alokasi pupuk bersubsidi terdiri dari:
Pupuk Urea: 16.166 ton
Pupuk NPK: 17.244 ton
Pupuk Organik: 5.820 ton
"Pupuk bersubsidi itu akan kita maksimalkan sampai kepada petani", ungkapnya di Simpang Empat, Minggu (8/2/2026).
Penyaluran dilakukan melalui kelompok tani yang mengajukan permintaan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang tercatat dalam aplikasi Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian).
Realisasi penyaluran hingga saat ini tercatat:
Urea: 920 ton (11,8%)
NPK: 1.061 ton (6,15%)
Organik: Belum ada realisasi
Afdal mengakui bahwa jumlah alokasi belum sepenuhnya mencukupi dibandingkan usulan petani, namun pemanfaatannya akan tetap dioptimalkan oleh pemerintah daerah.
Dorong Produktivitas Petani dan Infrastruktur Pertanian
Selain pupuk bersubsidi, Pemkab Pasaman Barat juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana pertanian, di antaranya:
Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT)
Pembangunan Jalan Usaha Tani
Bantuan alat dan mesin pertanian
Komoditas utama yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat antara lain padi, jagung, kentang, ubi jalar, dan talas.
Wilayah sentra tanaman pangan tersebar di beberapa kecamatan seperti:
Kecamatan Talamau
Kecamatan Pasaman
Kecamatan Kinali
Kecamatan Gunung Tuleh
Pemerintah daerah juga aktif mengadakan sosialisasi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya petani, sebagai upaya mendorong produktivitas yang berkelanjutan.
Program pupuk bersubsidi menjadi bagian strategis dalam menjaga ketahanan pangan lokal, khususnya bagi petani kecil agar tetap dapat berproduksi secara efisien di tengah tantangan sektor pertanian.
- Penulis :
- Gerry Eka






