
Pantau - Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk bersinergi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
"Kolaborasi pemerintah, Forkopimda, swasta dan masyarakat penting dilakukan untuk menjaga agar perekonomian tumbuh positif dan berkelanjutan," ujar Yulius dalam keterangan resmi.
Pertumbuhan Tertinggi Didukung Belanja Pemerintah dan Sektor Jasa
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara yang dirilis 5 Februari 2026, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan IV 2025 tercatat sebesar Rp204,75 triliun.
Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2025 mencapai Rp113,66 triliun.
Secara kumulatif (c-to-c), pertumbuhan ekonomi Sulut pada 2025 mencapai 5,66 persen, dan secara tahunan (y-on-y) di triwulan IV tumbuh 5,95 persen.
Pertumbuhan kuartalan (q-to-q) mencapai 7,02 persen, didorong oleh:
Lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen
Pertumbuhan sektor jasa lainnya sebesar 20,61 persen
Sektor penyediaan akomodasi dan makan-minum juga mencatat kenaikan sebesar 20,67 persen, mencerminkan kebangkitan sektor pariwisata dan UMKM kuliner di Sulut.
Industri Pengolahan dan Ekspor Jadi Penopang Ekonomi Daerah
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan dengan peningkatan tertinggi 9,97 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri tumbuh signifikan sebesar 28,42 persen, menandakan meningkatnya daya saing produk Sulawesi Utara di pasar internasional.
Gubernur Yulius mengingatkan semua pihak untuk tidak cepat puas.
"Kami mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ekonomi Sulut telah berada di jalur pertumbuhan yang baik, namun butuh sinergi untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
"Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat," tegasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







