Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Sektor IKFT Tunjukkan Kinerja Gemilang: Tumbuh Stabil, Ekspor dan Investasi Meningkat Tajam

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sektor IKFT Tunjukkan Kinerja Gemilang: Tumbuh Stabil, Ekspor dan Investasi Meningkat Tajam
Foto: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (sumber: Kemenperin)

Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) siap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan kinerja industri pengolahan, ekspor, dan investasi.

IKFT Jadi Penopang Pertumbuhan Industri Pengolahan

IKFT disebut sebagai salah satu penopang utama sektor manufaktur nasional yang konsisten menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya peran sektor industri dalam negeri dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

"Berkat jerih payah sektor industri dalam negeri, industri pengolahan secara konsisten menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi nasional dibanding sektor lainnya," ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan terus menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sepanjang tahun 2025, industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen.

Sektor IKFT sebagai bagian dari industri pengolahan mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,11 persen, meningkat dari capaian 4,21 persen pada tahun 2024.

Kontribusi IKFT terhadap PDB nasional mencapai 3,87 persen, dengan subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,83 persen.

Sekretaris Direktorat Jenderal IKFT, Sri Bimo Pratomo, menyebut subsektor industri kimia, farmasi, dan obat tradisional mencatat pertumbuhan tertinggi.

"Pertumbuhan subsektor ini sebesar 8,35 persen pada 2025, naik dari 5,86 persen pada 2024," ia mengungkapkan.

Subindustri barang galian bukan logam juga tumbuh sebesar 6,16 persen, bangkit dari kontraksi sebelumnya sebesar 0,6 persen.

"Pertumbuhan IKFT yang sejalan dengan pertumbuhan nasional menunjukkan sektor ini tetap menjadi penopang penting pada industri pengolahan nonmigas, serta mampu menjaga momentum pertumbuhan industri nasional," tambah Sri Bimo.

Kinerja Ekspor dan Investasi Terus Meningkat

Kontribusi sektor IKFT juga tercermin dari kinerja perdagangan luar negeri yang menunjukkan hasil positif sepanjang tahun 2025.

Selama periode Januari hingga November 2025, sektor IKFT membukukan surplus neraca perdagangan.

Total nilai ekspor sektor ini mencapai 49,15 miliar dolar AS, naik 6,26 miliar dolar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi ekspor terbesar berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari kimia sebesar 20,79 miliar dolar AS.

Subsektor industri kimia berbasis pertanian juga menunjukkan lonjakan signifikan, dari 6,25 miliar dolar AS menjadi 9,25 miliar dolar AS.

Sementara itu, subsektor industri alas kaki untuk keperluan sehari-hari mencatat kenaikan ekspor dari 2 miliar dolar AS menjadi 3 miliar dolar AS.

Di sisi investasi, sektor IKFT berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp142,15 triliun sepanjang Januari hingga September 2025.

Nilai tersebut meningkat dari Rp116,54 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Investasi terbesar tercatat berasal dari subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia dengan total nilai Rp58,4 triliun.

Penulis :
Leon Weldrick