Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Produksi Minyak 2025 Lampaui Target APBN, Pemerintah Genjot Eksplorasi Migas dengan 110 Blok Baru

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Produksi Minyak 2025 Lampaui Target APBN, Pemerintah Genjot Eksplorasi Migas dengan 110 Blok Baru
Foto: Tangkapan layar - Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu 11/2/2026 (sumber: TVR Parlemen)

Pantau - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan bahwa rata-rata produksi minyak nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD), atau setara dengan 100,05 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025.

Produksi Naik, Target APBN Terlampaui

"Produksi atau lifting kita di tahun 2025 Alhamdulillah ini bisa mencapai, bahkan melebihi sedikit target APBN," ujar Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam Rapat Dengar Pendapat Umum bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Djoko menjelaskan bahwa angka 605,3 MBOPD tersebut mencakup komponen natural gas liquids (NGL) yang bisa diolah menjadi LPG.

"Namun demikian, kalaupun kita tidak memasukkan NGL, Alhamdulillah yang kita selama sembilan tahun terakhir tidak pernah naik produksinya, kita sudah melebihi milestone di situ tidak turun, kemudian bahkan naik. Itu kalau kita bandingkan dengan tanpa NGL," ia mengungkapkan.

Sementara itu, untuk rata-rata lifting gas tahun 2025 diproyeksikan mencapai 951,8 MBOEPD atau setara 964 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Pemerintah Siapkan 110 Blok Migas Baru Tahun 2026

Sebagai langkah lanjutan untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2029, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menawarkan 110 wilayah kerja (WK) atau blok migas pada tahun 2026.

Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebanyak 75 blok.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa anggota Indonesia Petroleum Association (IPA) menunjukkan minat besar terhadap peningkatan eksplorasi dan produksi di Indonesia.

Dalam pertemuannya dengan IPA, Yuliot juga membahas tantangan yang dihadapi oleh pelaku industri serta kebutuhan dukungan dari pemerintah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menambahkan bahwa penambahan jumlah blok migas memiliki nilai penting dalam menarik investasi.

Laode menyampaikan bahwa seluruh blok migas yang telah dilelang mendapat perhatian dan penawaran dari para calon investor.

Penulis :
Leon Weldrick