Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pertamina Rampungkan Perampingan 15 Anak Usaha, Fokus pada Ketahanan Energi Nasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertamina Rampungkan Perampingan 15 Anak Usaha, Fokus pada Ketahanan Energi Nasional
Foto: Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero) Agung Wicaksono (kedua dari kiri) memberikan keterangan kepada pers usai acara Kick Off ESG Initiative Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu 11/2/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - PT Pertamina (Persero) merampingkan sebanyak 15 anak usaha sebagai bagian dari strategi penataan bisnis untuk memperkuat fokus pada sektor inti energi dan mendukung ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar BUMN memusatkan bisnis pada fungsi utama yang bernilai strategis.

“Dari 257 perusahaan, sekarang sudah menjadi 242. Ini bukan menghilangkan bisnis, tetapi menata agar Pertamina lebih solid, lebih efisien, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan,” ungkap Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, dalam acara Kick Off ESG Initiative Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu (11/2/2026).

Fokus pada Energi Inti dan Ketahanan Nasional

Penataan dilakukan melalui penggabungan, integrasi, maupun divestasi entitas yang tidak terkait langsung dengan sektor inti energi.

Prinsip utama dari penataan ini adalah agar seluruh lini usaha Pertamina mendukung ketahanan energi nasional.

Lini usaha utama yang menjadi fokus antara lain pengelolaan terminal energi, distribusi bahan bakar dan LPG, serta pengembangan energi bersih.

“Yang paling penting bukan jumlahnya, tetapi setiap perusahaan harus mendukung ketahanan energi. Itu prinsip utamanya,” ia mengungkapkan.

Beberapa entitas yang dirampingkan adalah special purpose vehicle (SPV) di subholding pelayaran, yang kini diintegrasikan ke dalam struktur yang lebih efisien tanpa menghentikan fungsinya.

Penyesuaian Bisnis Non-Inti dan Transformasi Berkelanjutan

Bisnis non-inti seperti layanan kesehatan, perhotelan, dan penerbangan akan diselaraskan dan dikelompokkan bersama Danantara sesuai fungsi sektoral.

“Bisnis-bisnis yang sifatnya non-core (tidak inti) akan diselaraskan, bukan dihilangkan, agar pengelolaannya lebih fokus dan terintegrasi,” jelas Agung.

Pertamina juga telah menyiapkan rencana penataan lanjutan terhadap sekitar 38 entitas lainnya sepanjang tahun 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 12 perusahaan rumah sakit tergabung dalam grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Proses penataan dilakukan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan, efisiensi, dan tata kelola yang baik.

Langkah ini sejalan dengan strategi transformasi bisnis Pertamina untuk memperkuat daya saing global dan meningkatkan kredibilitas di mata investor dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, Governance (ESG).

Pertamina menegaskan bahwa restrukturisasi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang agar perusahaan tetap fokus pada bisnis energi nasional dan mampu beradaptasi dengan tuntutan transisi energi dan keberlanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick