Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Respons Moody's, BCA Jamin Pertumbuhan Kredit Tetap Sehat dan Patuhi Prinsip Kehati-hatian

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Respons Moody's, BCA Jamin Pertumbuhan Kredit Tetap Sehat dan Patuhi Prinsip Kehati-hatian
Foto: EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela peluncuran Ocean by BCA yang digelar di Jakarta, Rabu 11/2/2026 (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menanggapi penurunan outlook dari lembaga pemeringkat Moody’s dengan menegaskan bahwa pertumbuhan kredit yang dilakukan tetap berada dalam koridor yang sehat dan penuh kehati-hatian.

BCA Tegaskan Kredit Sudah Lewati Proses yang Ketat

Penurunan outlook terhadap BCA dari stabil menjadi negatif dilakukan oleh Moody’s pada Kamis, 5 Februari 2026, sebagai bagian dari penyesuaian outlook terhadap Indonesia yang juga berubah menjadi negatif.

Menanggapi hal itu, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menyampaikan bahwa BCA tetap menjaga kualitas pertumbuhan kredit secara bertanggung jawab.

"Kami tetap akan menjaga postur loan growth kami berada pada proses yang sehat dan bisa kami pertanggungjawabkan," ungkapnya saat ditemui dalam peluncuran Ocean by BCA di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Hera menyebut bahwa Non-Performing Loan (NPL) BCA masih dalam kondisi terjaga dan tidak ada dampak negatif yang terasa dari pertumbuhan kredit yang terjadi.

Ia menambahkan bahwa semua proses penyaluran kredit telah melalui tahapan kehati-hatian serta kepatuhan terhadap prinsip-prinsip dasar pemberian pinjaman.

"BCA bisa meyakinkan bahwa kredit yang kami berikan itu sudah melewati proses yang prudence. Kekhawatiran berlebihan menurut saya tidak dibutuhkan," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BCA akan terus menjaga jalur kebijakan pemberian kredit yang telah terbukti menjaga kualitas pinjaman selama ini.

"Dan kami akan tetap menjaga itu dalam track yang memang saat ini sudah kami jaga," tambahnya.

Moody's Tinjau Outlook Bank-Bank Besar, Termasuk BCA

Moody’s sebelumnya menurunkan outlook terhadap lima bank besar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BCA, menyusul perubahan outlook Indonesia yang juga menjadi negatif.

Alasan penurunan outlook terhadap BCA disebut karena pertumbuhan kredit yang pesat di segmen korporasi dan UMKM selama periode 2023 hingga 2025.

Meski demikian, Moody’s tetap mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level Baa2, serta memperkirakan Return on Total Assets (ROTA) BCA akan turun tipis menjadi sekitar 3,5 persen pada 2026.

Menanggapi penilaian Moody’s, Hera menyatakan bahwa hal tersebut merupakan hak lembaga pemeringkat untuk memberikan pandangan dalam konteks ekonomi makro nasional.

"Jadi, kami merasa bahwa itu (penurunan peringkat) adalah hak Moody’s untuk memberikan penilaian," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BCA sebagai salah satu pelaku utama ekonomi Indonesia tetap mengikuti arus perdagangan dan ekonomi nasional.

Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pada 2025, kinerja intermediasi perbankan tumbuh 9,63 persen secara tahunan (year-on-year) dengan total nilai Rp8.586 triliun.

Pertumbuhan dana pihak ketiga juga menguat 13,83 persen yoy menjadi Rp10.059 triliun, mencerminkan masih kuatnya kepercayaan publik terhadap perbankan nasional.

Penulis :
Leon Weldrick