Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Melemah 42 Poin ke Rp16.828 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Mendominasi Pasar

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rupiah Melemah 42 Poin ke Rp16.828 per Dolar AS, Tekanan Eksternal Masih Mendominasi Pasar
Foto: Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta (sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pantau - Nilai tukar rupiah melemah 42 poin atau 0,25 persen menjadi Rp16.828 per dolar AS pada penutupan perdagangan di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026 pukul 16.22 WIB, dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS akibat dominasi tekanan eksternal.

Berita ini disampaikan oleh ANTARA yang melaporkan pergerakan rupiah di tengah dinamika pasar global.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Taufan Dimas Hareva, menyatakan pelemahan rupiah mencerminkan tekanan eksternal yang masih mendominasi pergerakan pasar keuangan domestik.

Ia mengungkapkan, "Secara teknikal dan fundamental jangka pendek, rupiah bergerak dengan volatilitas yang tetap dipengaruhi dinamika indeks dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed,"

Menurutnya, dinamika rupiah saat ini dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Menguat

Mengutip Xinhua, CME FedWatch Tool melaporkan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Maret 2026 meningkat menjadi 94 persen dari sekitar 80 persen.

Peningkatan probabilitas tersebut dipicu laporan nonfarm payroll Amerika Serikat yang naik 130 ribu dan melampaui perkiraan pasar.

Tingkat pengangguran di Amerika Serikat juga turun menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,4 persen.

Kenaikan lapangan kerja tercatat terutama di sektor perawatan kesehatan, bantuan sosial, dan konstruksi.

Sementara sektor pemerintah federal dan aktivitas keuangan justru mencatat penurunan.

Ruang Apresiasi Rupiah Terbatas

Taufan kembali menyampaikan, "Penguatan dolar global, terutama jika ditopang data ekonomi Amerika Serikat yang solid, cenderung menahan ruang apresiasi rupiah. Sebaliknya, jika rilis data AS menunjukkan perlambatan dan memperkuat spekulasi pelonggaran moneter, tekanan terhadap rupiah dapat mereda,"

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis Bank Indonesia pada hari yang sama juga melemah ke level Rp16.826 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.781 per dolar AS.

Penulis :
Shila Glorya