
Pantau - Sebanyak 38 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpartisipasi dalam Festival Pasar Imlek 2026 yang digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Mimika di Jalan Budi Utomo, Kota Timika, Papua Tengah, dan dikunjungi warga pada Selasa, 17 Februari 2026.
Festival Pasar Imlek tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Februari 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Imlek di Kabupaten Mimika.
Ketua Panitia Festival Pasar Imlek Mimika Yoesoef Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya memeriahkan Imlek sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal.
"Di Mimika ini ada ratusan UMKM, tetapi keterbatasan tempat jadi hanya 38 UMKM yang kami akomodir. Semua stan untuk mereka berjualan kami yang siapkan secara gratis," ungkapnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM
Kurniawan menjelaskan tujuan festival bukan hanya memperkenalkan budaya masyarakat Tionghoa di Mimika, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM.
"Ada stan yang mendapatkan keuntungan Rp3 juta per hari. Kami berharap dalam acara ini ada keuntungan, ada perputaran uang dalam jumlah besar di festival ini," ujarnya.
Ia juga mengatakan bahwa "Puncak acara Imlek nanti di acara Cap Go Meh di tanggal 3 Maret 2026. Kami laksanakan di Gedung Eme Neme Yauware," sebagai bagian dari agenda lanjutan perayaan Imlek di Mimika.
Dekranasda dan Pelaku UMKM Rasakan Manfaat
Salah satu anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika, Fransiska Piry, menyatakan festival ini membantu menghidupkan perekonomian UMKM di wilayah tersebut.
"Kami Dekranasda memiliki enam stan yang menjual ukiran khas Suku Kamoro, anyaman, makanan dan juga minuman," katanya.
Fransiska menjelaskan barang yang dijual berasal dari pengukir dan pengrajin lokal Papua binaan Dekranasda.
"Keuntungan kami per hari ini di atas Rp2 juta. Kami bisa menyalurkan berkat bagi pengrajin asli Mimika karena kami mengambil hasil mereka dan membantu mereka untuk lebih produktif menghasilkan karya mereka untuk dipasarkan," ujarnya.
Sementara itu, pelaku UMKM Evi Rianty Dias menilai festival tersebut memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha kecil di Mimika.
"Ini momen yang bagus buat kami, ke depan jika ada festival lagi maka semakin banyak UMKM yang dilibatkan," katanya.
- Penulis :
- Leon Weldrick








