
Pantau - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia lebih dulu menjalankan kebijakan efisiensi anggaran sebelum langkah serupa diterapkan Amerika Serikat melalui Department of Government Efficiency atau DOGE.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu sore waktu setempat.
Presiden menyebut kebijakan efisiensi yang dijalankan pemerintah berhasil menghemat 18 miliar dolar AS dalam tiga bulan.
Penghematan berasal dari pemangkasan proyek tidak produktif, inefisiensi belanja, pembatalan seremoni, serta pengurangan perjalanan dinas luar negeri yang tidak mendesak.
“Mungkin mirip dengan yang diupayakan di Amerika Serikat melalui Department of Government Efficiency. Tapi saya memulainya beberapa bulan lebih awal,” ujarnya.
Salah satu sumber pemborosan yang dipangkas adalah anggaran seremoni di kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai peringatan hari jadi.
Ia menilai perayaan cukup dilakukan secara sederhana di lingkungan kantor tanpa membebani anggaran negara.
Pemerintah juga mengurangi perjalanan dinas luar negeri yang nilainya mencapai miliaran dolar AS setiap tahun, termasuk studi banding dan kunjungan yang tidak berkorelasi langsung dengan kebutuhan pembangunan mendesak.
Presiden menegaskan dana hasil efisiensi tidak diendapkan, melainkan direalokasikan untuk program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu program prioritas tersebut adalah program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Tanpa efisiensi ketat, anggaran berpotensi menguap dan menjadi bagian dari praktik korupsi atau belanja tidak efektif.
Realokasi anggaran dipilih sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengatasi stunting.
Pemerintah telah memberi makan gratis kepada lebih dari 60 juta penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah, ibu hamil dan menyusui, serta lanjut usia.
Saat ini terdapat 23.000 dapur MBG yang beroperasi di berbagai desa dengan masing-masing dapur mempekerjakan sekitar 50 orang, terutama ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak berpenghasilan.
Program ini juga menciptakan efek berganda di sektor pertanian dan peternakan karena setiap dapur membutuhkan pasokan telur, ayam, sayuran, dan bahan pangan lainnya sehingga memberi kepastian pasar bagi petani dan peternak lokal.
“Dana yang berhasil saya selamatkan itulah, yang saya alokasikan ulang untuk program-program prioritas. Saya dituduh boros dan lain-lain. Tidak, ini adalah realokasi sumber daya,” tegas Presiden.
- Penulis :
- Aditya Yohan








