
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU Pengelolaan dan Pembangunan Armada Kapal Riset Nasional mendorong kemitraan pemerintah dan badan usaha guna mengembangkan kapal riset berstandar internasional.
Kepala BRIN Arif Satria menegaskan modernisasi armada kapal riset merupakan kebutuhan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim berbasis sains.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan sinergi riset nasional di bidang kelautan.
"Proyek KPBU Pengelolaan dan Pengembangan Armada Kapal Riset Nasional ini bukan sekadar proyek pembangunan kapal biasa, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kedaulatan di bidang sains dan riset agar Indonesia sebagai bangsa maritim dapat terwujud secara ekonomi," kata Arif.
Ia menambahkan kapal riset modern berperan penting dalam eksplorasi potensi ekonomi bawah laut serta mendukung penelitian biota laut.
Kapal tersebut juga mendukung pengembangan jasa lingkungan dan energi laut berbasis data ilmiah.
"Salah satu penentu penting di dunia saat ini adalah kekuatan data. Dan kekuatan data adalah kekuatan riset," ujarnya.
Arif menyoroti kebutuhan peningkatan kapasitas hari layar riset yang saat ini sekitar 2.500 hari per tahun.
Menurut dia, kebutuhan ideal mencapai 8.000 hari layar per tahun sehingga terdapat kesenjangan signifikan dalam operasional riset kelautan.
Kesenjangan tersebut menunjukkan urgensi penambahan armada dan penguatan sistem operasional riset nasional.
Proyek kapal riset ini dinilai dapat memperkuat infrastruktur riset kelautan melalui pembangunan kapal riset samudra dan pesisir serta sistem fleet management unit terintegrasi.
Proyek tersebut juga menciptakan akses riset inklusif melalui mekanisme open call for proposal yang selaras dengan prioritas nasional.
Selain memperkuat infrastruktur, proyek ini mendorong kemandirian teknologi dan pembiayaan riset melalui skema KPBU dengan keterlibatan sektor swasta.
"Kami ingin proyek ini tidak hanya feasible di atas kertas, tetapi juga layak dan menarik secara bisnis sekaligus memberikan nilai tambah maksimal bagi negara dan aktivitas riset," ucap Arif Satria.
Proyek pembangunan kapal riset dirancang sebagai multipurpose research vessel berteknologi maju yang dilengkapi Remotely Operated Vehicle atau ROV serta peralatan portabel.
Kapal tersebut akan mendukung empat tema prioritas riset BRIN sesuai standar internasional.
Skema KPBU yang digunakan adalah Design Build Finance Operate Maintain Transfer atau DBFOMT dengan masa konsesi 20 tahun termasuk tahap konstruksi.
Target penandatanganan perjanjian direncanakan pada kuartal I 2027 hingga financial close.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







