Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BBPOM DKI Awasi Sentra Takjil di Lima Wilayah Jakarta Selama Ramadhan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BBPOM DKI Awasi Sentra Takjil di Lima Wilayah Jakarta Selama Ramadhan
Foto: (Sumber : Pedagang takjil menata dagangannya di Sentra Takjil Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta melakukan pengawasan makanan takjil di lima wilayah kota administrasi Jakarta selama Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026.

Kepala BBPOM DKI Jakarta Sofiyani Chandrawati menjelaskan pengawasan dilakukan di sentra takjil utama di setiap wilayah.

"Pengawasan takjil kami sudah merencanakan setiap wilayah (satu), kecuali Jakarta Pusat ada dua lokasi, yakni Bendungan Hilir dan Kemayoran. Jakarta Barat di Jalan Panjang, Jakarta Utara di Koja, kemudian Jakarta Selatan di Karet," ujar Sofiyani di Jakarta Pusat, Jumat.

Lokasi yang diawasi merupakan sentra atau pusat takjil di masing-masing wilayah termasuk Sentra Takjil Bendungan Hilir.

Jika ditemukan makanan takjil mengandung bahan berbahaya seperti formalin atau pewarna tekstil, BBPOM DKI akan segera mengamankan produk tersebut dan menelusuri rantai distribusinya.

"Prinsipnya, harus memutus rantai distribusinya. Kalau di sini (Bendungan Hilir), di etalasenya kami take out dulu. Kami beri edukasi supaya bisa memilih produk yang aman, juga ditelusuri lebih lanjut di mana produsennya," kata Sofiyani.

Apabila produsen diketahui berasal dari luar Jakarta seperti Tangerang atau Bogor, BBPOM DKI akan berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis di wilayah setempat.

Selain pembinaan, BBPOM DKI juga melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran yang berulang.

"Kami juga melakukan penindakan. Pada tahun 2024, produsen tahu di-projustisia-kan karena sudah kami bina, beri sanksi, ternyata masih bandel," ungkap Sofiyani.

Berdasarkan data pengawasan di sentra takjil dan ritel modern pada 2025, BBPOM DKI menguji 147 sampel.

Hasilnya enam sampel atau 4,1 persen tidak memenuhi syarat sedangkan 141 sampel atau 95,9 persen memenuhi syarat layak konsumsi.

"Berkisar di (pangan) tahu dan pewarna rhodamin b," terang Sofiyani terkait temuan pelanggaran.

Penulis :
Ahmad Yusuf