
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Jumat sore ditutup melemah 124,85 poin atau 1,62 persen ke posisi 7.585,68 akibat sikap investor yang cenderung risk-off di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang masih berlangsung.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga mengalami penurunan sebesar 11,77 poin atau 1,49 persen ke posisi 776,04.
Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan sentimen global mendorong investor untuk lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
"Investor cenderung risk-off dan defensif. Investor menghindari instrumen berisiko tinggi dengan melikuidasi saham big caps dan merotasi ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS," ungkapnya.
Menurut dia, sikap tersebut muncul karena eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian pasar global.
Selain itu, yield US Treasury yang masih tinggi akibat ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap berada pada level tinggi turut menekan pasar saham.
Pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat seperti data inflasi Consumer Price Index (CPI) dan ketenagakerjaan Non Farm Payrolls (NFP) yang akan menjadi acuan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Tekanan Global dan Domestik
Dari dalam negeri, pasar turut tertekan setelah Fitch Ratings memangkas outlook kredit Indonesia menjadi negatif.
Perubahan outlook tersebut memicu depresiasi nilai tukar rupiah dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
Kondisi tersebut juga mendorong terjadinya capital outflow atau keluarnya dana asing dari pasar domestik dalam jumlah besar.
Pelaku pasar saat ini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia serta respons kebijakan Bank Indonesia.
Investor juga mencermati kemungkinan kenaikan BI Rate guna menstabilkan nilai tukar rupiah.
Selain itu, pasar memantau apakah tekanan net sell atau aksi jual investor asing akan mulai mereda dalam waktu dekat.
Pergerakan Saham dan Sektor
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka melemah dan bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama.
Memasuki sesi kedua perdagangan, indeks tetap berada di zona merah hingga penutupan pasar saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor mengalami pelemahan.
Sektor industri menjadi sektor dengan penurunan paling dalam yaitu 3,67 persen.
Sektor barang konsumen non primer turun 3,54 persen dan sektor energi melemah 2,80 persen.
Saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain SKBM, ALKA, TPIA, ICON, dan EURO.
Sementara saham dengan pelemahan terbesar antara lain KOTA, RODA, LAND, ENRG, dan ENZO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.946.837 kali transaksi.
Jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 34,18 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp17,77 triliun.
Sebanyak 168 saham mengalami kenaikan harga, 555 saham mengalami penurunan, dan 94 saham tidak mengalami perubahan.
Di kawasan Asia, beberapa bursa saham justru ditutup menguat.
Indeks Nikkei naik 342,69 poin atau 0,62 persen ke level 55.620,80.
Indeks Shanghai naik 15,62 poin atau 0,38 persen ke level 4.124,18.
Indeks Hang Seng naik 435,94 poin atau 1,72 persen ke level 25.757,28.
Indeks Strait Times naik 1,68 poin atau 0,03 persen ke level 4.848,25.
- Penulis :
- Arian Mesa








