
Pantau - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendorong pemerataan ekonomi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di beberapa daerah tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat menutup kegiatan Kepri Ramadhan Fair 2026 di Taman Gurindam 12 Kota Tanjungpinang.
Ia menyoroti bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau masih bertumpu pada tiga daerah utama yaitu Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kota Batam yang mengandalkan kawasan industri.
Tito mengatakan, "Rata-rata perekonomian di Kepri memang tinggi, tapi pertumbuhan ekonomi antarkabupaten/kota masih jomplang".
Menurutnya kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama jajaran pemerintah daerah.
Pemerintah daerah diminta mendorong agar pertumbuhan ekonomi juga dirasakan oleh daerah kepulauan lainnya seperti Natuna, Anambas, Lingga, dan Kota Tanjungpinang.
Kepri Dinilai Memiliki Peluang Strategis
Tito menjelaskan Kepulauan Riau merupakan wilayah kepulauan yang sangat luas dengan sekitar 96 persen wilayahnya berupa laut.
Wilayah tersebut juga memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan negara seperti Singapura dan Malaysia.
Ia menilai kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menarik wisatawan maupun masyarakat dari negara tetangga.
Ia mengatakan, "Singapura termasuk negara sejahtera dengan daya beli yang tinggi. Ini menjadi peluang bagi Pak Gubernur menggaet warga negeri jiran itu berbelanja di Kepri, selain Johor Bahru".
Pertumbuhan Ekonomi Kepri Capai 7,89 Persen
Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan IV 2025.
Pertumbuhan ekonomi Kepri tercatat mencapai 7,89 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen.
Amalia menyebut perekonomian Kepulauan Riau pada tahun tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera.
Secara nasional Kepulauan Riau juga menempati posisi ketiga dalam pertumbuhan ekonomi.
Ia juga menilai inflasi di Kepulauan Riau tetap terjaga meskipun wilayahnya berbasis kepulauan.
Harga kebutuhan pokok di daerah tersebut masih dapat dikendalikan dengan baik.
Selain itu tingkat kemiskinan di Kepulauan Riau per September 2025 tercatat sebesar 4,62 persen.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan nasional yang mencapai 8,25 persen.
Pemerintah pusat mengapresiasi berbagai upaya dan terobosan yang dilakukan pemerintah daerah Kepulauan Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Upaya tersebut dinilai berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka








