
Pantau - PT Angkasa Pura Indonesia melalui Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengerahkan sebanyak 7.832 personel untuk melayani pemudik selama masa arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Personel tersebut disiapkan untuk memastikan kelancaran pelayanan penerbangan selama periode peningkatan pergerakan penumpang.
General Manager Bandara Soekarno-Hatta Heru Karyadi menyampaikan bahwa seluruh aspek operasional bandara telah dipersiapkan untuk menghadapi lonjakan jumlah pemudik.
"Kami telah melakukan berbagai persiapan dari sisi operasional, fasilitas, maupun kesiapan personel untuk mengantisipasi peningkatan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026," ungkap Heru Karyadi.
Dari total 7.832 personel operasional yang disiapkan sekitar 2.197 petugas akan bertugas dalam setiap shift untuk menjaga kelancaran aktivitas penerbangan.
Infrastruktur Bandara Dipastikan Siap Operasional
Infrastruktur sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta dipastikan dalam kondisi siap operasional untuk mendukung aktivitas penerbangan selama masa mudik Lebaran.
Bandara tersebut memiliki tiga landasan pacu atau runway yang dapat digunakan untuk mendukung operasional penerbangan.
Selain itu tersedia 175 parking stand atau area parkir pesawat.
Bandara juga memiliki 115 aviobridge atau garbarata yang digunakan untuk memudahkan penumpang naik dan turun dari pesawat.
Fasilitas pelayanan penumpang juga diperkuat untuk menghadapi lonjakan jumlah pemudik.
Penambahan fasilitas dilakukan pada perlengkapan seperti baggage trolley dan cabin trolley.
Operasional Skytrain serta shuttle bus antar terminal juga dioptimalkan untuk mendukung mobilitas penumpang di area bandara.
Sistem Keamanan dan Antisipasi Darurat Diperkuat
Dari sisi keandalan sistem kelistrikan pihak bandara telah melakukan uji kelistrikan melalui test on load genset.
Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan listrik cadangan dapat berfungsi jika terjadi gangguan listrik.
Aspek keamanan juga menjadi prioritas selama periode arus mudik Lebaran.
Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan acak atau random check terhadap kendaraan di area terminal.
Selain itu moda transportasi darat menuju bandara juga diperkuat.
Moda transportasi tersebut meliputi bus pemadu moda, shuttle AJAP, serta layanan taksi reguler dan taksi daring.
Antisipasi kondisi darurat juga disiapkan melalui rencana kontinjensi atau contingency plan.
Langkah tersebut mencakup peningkatan kapasitas sistem drainase di area bandara.
Selain itu dipasang sensor tinggi muka air secara real time untuk memantau potensi genangan.
Normalisasi saluran air juga dilakukan untuk mencegah gangguan operasional akibat banjir.
Heru Karyadi menambahkan bahwa koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar operasional bandara tetap berjalan lancar selama periode arus mudik.
"Kami berkomitmen memastikan seluruh layanan kebandarudaraan berjalan optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar," ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan








