Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp16.851 per Dolar AS, Didukung Penurunan Harga Minyak Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp16.851 per Dolar AS, Didukung Penurunan Harga Minyak Dunia
Foto: (Sumber : Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nilai tukar rupiah ditutup perkasa sebesar 85 basis point atau menguat 0,50 persen menuju level Rp16.864 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa..)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat 12 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.851 per dolar Amerika Serikat.

Penguatan tersebut terjadi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp16.863 per dolar Amerika Serikat.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyampaikan penguatan rupiah terjadi seiring penurunan harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Ia mengatakan penurunan harga minyak memberikan dukungan bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan yang cukup besar pada harga minyak,” ujarnya.

Mengutip Anadolu, harga minyak mentah Brent sempat diperdagangkan di level 87,6 dolar Amerika Serikat per barel.

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI berada di kisaran 84,2 dolar Amerika Serikat per barel.

Harga minyak tersebut mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat melonjak di atas 119 dolar Amerika Serikat per barel pada Senin 9 Maret.

Kenaikan harga minyak sebelumnya dipicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak di Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Lukman menjelaskan penurunan harga minyak juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait perkembangan konflik tersebut.

“Ada harapan dari pernyataan Trump yang akan mengamankan Selat Hormuz, dan pernyataannya bahwa perang akan berakhir tidak lama lagi, walau belum tentu hal ini terjadi, namun memberikan sentimen yang positif,” kata Lukman.

Trump menyatakan perang dengan Iran diperkirakan akan segera berakhir, meskipun ia juga membantah bahwa konflik tersebut akan selesai pada pekan ini.

Pernyataan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global.

Meski demikian, konflik yang masih berlangsung tetap memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar Amerika Serikat.

Penulis :
Aditya Yohan