Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kemenperin Dorong Business Matching untuk Perluas Pasar dan Daya Saing Industri Kerajinan Nasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kemenperin Dorong Business Matching untuk Perluas Pasar dan Daya Saing Industri Kerajinan Nasional
Foto: (Sumber : Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Kemenperin..)

Pantau - Kementerian Perindustrian menekankan pentingnya kegiatan temu bisnis atau business matching untuk memperkuat kerja sama serta memperluas akses pasar bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa forum business matching memungkinkan pelaku IKM kerajinan berinteraksi langsung dengan pembeli serta mitra industri.

"Melalui forum business matching, pelaku IKM kerajinan dapat berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra industri sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing", ungkapnya.

Ia menyebut industri kerajinan merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di pasar global.

Menurutnya, penguatan konektivitas antara pelaku IKM dengan buyer dan mitra industri melalui kegiatan temu bisnis menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan industri kerajinan nasional.

Digelar di Yogyakarta

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian menyelenggarakan kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 pada 10 Maret 2026 di Yogyakarta.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku IKM kerajinan dengan berbagai calon pembeli, mitra industri, asosiasi, serta pemangku kepentingan dari sektor hospitality seperti hotel dan restoran.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Reni Yanita menjelaskan bahwa kegiatan business matching merupakan salah satu strategi untuk memperluas jaringan pemasaran IKM.

Kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesiapan pelaku IKM agar mampu memasuki pasar yang lebih luas.

Ekspor Kerajinan Tumbuh Positif

Reni Yanita menyampaikan bahwa produk kerajinan Indonesia telah mampu menembus pasar ekspor dan menunjukkan kinerja yang positif.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada tahun 2025 mencapai 806,63 juta dolar Amerika Serikat.

Nilai tersebut meningkat sebesar 15,46 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 698,62 juta dolar Amerika Serikat.

Pasar utama produk kerajinan Indonesia meliputi China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, serta sejumlah negara di kawasan Eropa.

"Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan produk kerajinan nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang di pasar global. Oleh karena itu, peningkatan kualitas produk, inovasi desain, konsistensi kualitas produksi, serta penguatan jaringan pemasaran menjadi hal yang sangat penting untuk terus diperkuat oleh para pelaku IKM kerajinan", jelasnya.

Kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 diikuti oleh 50 pelaku IKM kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf