Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Penjualan Ikan Asin di Teluk Penyu Cilacap Sepi Jelang Lebaran, Pedagang Sebut Belum Terasa Lonjakan Pembeli

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Penjualan Ikan Asin di Teluk Penyu Cilacap Sepi Jelang Lebaran, Pedagang Sebut Belum Terasa Lonjakan Pembeli
Foto: (Sumber : Salah satu warung yang menjual berbagai jenis ikan asin di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026). ANTARA/Farika Nur Khotimah..)

Pantau - Pedagang ikan asin di kawasan Taman Hiburan Rakyat Teluk Penyu, Cilacap, mengaku penjualan menjelang Lebaran tahun ini belum mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut berbeda dengan periode mudik sebelumnya yang biasanya sudah menunjukkan peningkatan pembeli sejak satu pekan sebelum hari raya.

Penjualan Didominasi Pembeli Lokal

Salah seorang pedagang, Kusmiyati, mengatakan hingga saat ini pembeli masih didominasi warga lokal.

"Biasanya satu minggu sebelum Lebaran itu sudah ramai, orang beli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Sekarang belum terasa," ungkapnya.

Ia menyebut pengunjung dari luar daerah sudah mulai ada, namun jumlahnya belum signifikan.

"Kalau di sini kebanyakan masih orang lokal. Dari luar daerah ada, tapi tidak banyak," ujarnya.

Kawasan THR Teluk Penyu sendiri dikenal sebagai pusat wisata sekaligus lokasi penjualan produk hasil laut yang berada di jalur selatan dan kerap dilalui pemudik.

Harapan Peningkatan dan Pengembangan Kawasan

Kusmiyati membandingkan kondisi tersebut dengan kawasan Pangandaran yang dinilai lebih ramai dan berkembang sebagai tujuan wisata dan pusat oleh-oleh.

"Di sana lebih ramai. Kalau di sini masih ketinggalan," katanya.

Ia menjual berbagai jenis ikan asin seperti jambal, cumi, teri, dan peda dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram serta kemasan kecil mulai Rp5 ribu.

Menurutnya, pada periode Lebaran biasanya terdapat puncak kunjungan dalam sepekan setelah hari raya yang dapat meningkatkan penjualan secara signifikan.

"Kalau lagi ramai sekali bisa sampai sepuluh kali lipat. Tapi sekarang belum kelihatan seperti itu," ujarnya.

Kusmiyati berharap adanya pengembangan kawasan serta penyelenggaraan acara untuk menarik lebih banyak pengunjung.

"Kalau ada acara biasanya lebih ramai. Tapi di sini belum banyak," katanya.

Meski penjualan belum meningkat, ia tetap bertahan berjualan dengan mengandalkan modal sendiri.

"Yang penting sehat, masih bisa makan. Rezeki kita jalani saja," tutupnya.

Penulis :
Aditya Yohan