Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Proyek Tambak Udang Waingapu Diproyeksikan Hasilkan Rp4,85 Triliun per Tahun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Proyek Tambak Udang Waingapu Diproyeksikan Hasilkan Rp4,85 Triliun per Tahun dan Serap Ribuan Tenaga Kerja
Foto: Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) Nyoman Radiarta menyampaikan paparannya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu 1/4/2026 (sumber: ANTARA/Shofi Ayudiana)

Pantau - Ekspor udang dari Waingapu, Nusa Tenggara Timur, diproyeksikan mencapai Rp4,85 triliun atau setara 285 juta dolar AS per tahun dari kegiatan ekspor.

Proyeksi tersebut disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) Nyoman Radiarta dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Ia mengungkapkan, "Tambak ini berpotensi mengangkat 55 persen penduduk miskin keluar dari kemiskinan struktural."

Perhitungan nilai tersebut berasal dari kajian awal Balai Besar Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.

Dampak Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Total investasi proyek tambak udang Waingapu mencapai Rp7,2 triliun yang terdiri dari Rp6,1 triliun pinjaman luar negeri dan Rp1,1 triliun rupiah murni sebagai dana pendamping.

Proyek ini diperkirakan meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumba Timur sebesar 34,7 persen dari sekitar Rp7,8 triliun menjadi Rp10,5 triliun.

Nilai ekonomi udang dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai Rp3,38 triliun per tahun.

Selain itu, proyek berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja yang mencakup fase konstruksi dan operasional.

Perputaran upah di tingkat lokal diperkirakan mencapai Rp260 miliar per tahun.

Dampak kesejahteraan dari proyek ini diperkirakan dirasakan oleh sekitar 35.280 jiwa termasuk keluarga pekerja.

Konsep Berkelanjutan dan Target Produksi

Tambak udang ini berlokasi di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Proyek dirancang sebagai model budidaya udang berkelanjutan dengan konsep Integrated Shrimp Farming (ISF).

Pengembangan mencakup fasilitas dari hulu hingga hilir seperti intake air laut, tandon utama, kolam budidaya, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), industri pendukung, serta peralatan dan mesin.

Luas total kawasan mencapai sekitar 2.150 hektare dengan lahan terbangun seluas 1.361 hektare.

Kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 52.000 ton udang per tahun.

Proyek ditargetkan mulai beroperasi tahun depan dan selesai sepenuhnya dalam tiga tahun.

Sebagai perbandingan, tambak udang di Kebumen sebelumnya mencatat peningkatan produksi hingga 358,97 ton.

Penulis :
Shila Glorya