Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kadin Yakin Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan Senilai Rp173 Triliun Mampu Dongkrak Devisa Negara

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kadin Yakin Kerja Sama Indonesia-Korea Selatan Senilai Rp173 Triliun Mampu Dongkrak Devisa Negara
Foto: (Sumber : Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dalam ajang Indonesia-Korea Business Forum yang digelar di Shilla Hotel, Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO-Kadin/aa..)

Pantau - Kamar Dagang dan Industri Indonesia meyakini kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan senilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun dapat meningkatkan devisa negara secara signifikan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam ajang Indonesia-Korea Business Forum yang berlangsung di Shilla Hotel, Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026), dengan menghasilkan 17 nota kesepahaman.

Potensi Investasi dan Peningkatan Devisa

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan bahwa Korea Selatan merupakan mitra strategis dengan hubungan ekonomi yang terus berkembang.

Ia menilai kerja sama ini berpotensi mendorong aliran foreign direct investment sekaligus memperkuat cadangan devisa nasional.

"Dan ini suatu potensi untuk meningkatkan foreign direct investment, menciptakan lapangan kerja, dan tentunya meningkatkan juga perdagangan yang bisa membawa devisa," ungkapnya.

Anindya juga menyoroti luasnya sektor kerja sama, mulai dari industri hingga ekonomi kreatif, yang turut diperkuat oleh kedekatan budaya kedua negara.

Cakupan MoU dan Dukungan Pemerintah

Sebanyak 17 MoU yang disepakati mencakup sektor strategis seperti energi, manufaktur, hilirisasi, ekonomi digital, hingga teknologi rendah karbon dan rantai pasok baterai.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia mendorong pertumbuhan inklusif, transformasi industri, dan keterlibatan global yang lebih kuat," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nilai kerja sama tersebut merupakan hasil dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea Selatan.

"Dalam pertemuan tersebut ditandatangani MoU dengan nilai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun," ucap Airlangga.

Di tengah ketidakpastian global, Kadin berharap kemitraan Indonesia dan Korea Selatan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.

"Mudah-mudahan di tengah dunia yang tidak pasti pada saat ini, kita masih mencoba untuk mencari titik terang supaya jangka panjang Indonesia tetap maju, masyarakatnya juga tetap sejahtera, dan bahkan makin sejahtera," kata Anindya.

Penulis :
Aditya Yohan