HOME  ⁄  Ekonomi

Pengamat Sebut Program Bedah 400 Ribu Rumah Jadi Kebutuhan Mendesak Rakyat Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat Sebut Program Bedah 400 Ribu Rumah Jadi Kebutuhan Mendesak Rakyat Indonesia
Foto: (Sumber : Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (tengah) berkomunikasi dengan penerima manfaat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara. (ANTARA/HO-Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.).)

Pantau - Pengamat politik dan kebijakan publik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan target 400 ribu unit pada 2026 merupakan program penting yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Program Primer untuk Kebutuhan Rakyat

Ujang menyatakan program tersebut menjadi kebutuhan dasar karena menyangkut penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

"Program bedah rumah atau BSPS itu program yang dibutuhkan, program yang ditunggu masyarakat. Karena kita tahu program tersebut program primer, yang pokok, soal kebutuhan rumah masyarakat, kebutuhan dari rumah rakyat yang memang itu menjadi tugas atau kewajiban negara agar masyarakat punya rumah layak huni, punya rumah yang representatif untuk ditinggali," ungkapnya.

Ia menambahkan program ini memiliki dampak langsung bagi masyarakat karena bersifat merakyat dan menyentuh kebutuhan mendasar.

"Oleh karena itu saya melihat program bedah rumah tersebut menjadi penting bagi masyarakat dan ini program yang bagus, program yang merakyat, program yang tentu menjadi penting dari negara, dari pemerintah, dari Presiden untuk masyarakat Indonesia. Apalagi jumlahnya cukup besar 400.000 rumah di tahun ini," ujarnya.

Pentingnya Data dan Pemerataan Program

Ujang menekankan pelaksanaan program harus berbasis data agar tepat sasaran kepada penerima manfaat.

"Ya tentu yang pertama dilakukan adalah data. Data-data penerima itu harus clear, harus jelas, jadi itu yang harus dilakukan. Jadi semuanya berbasiskan dengan data penerima sesuai dengan yang berhak sehingga akan tepat sasaran," katanya.

Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menargetkan renovasi 400 ribu rumah pada 2026 sebagai bagian dari percepatan penyediaan hunian layak.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut peningkatan program tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dengan cakupan yang diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Selain menyediakan hunian layak, program ini juga diharapkan mendorong pemerataan ekonomi di berbagai daerah.

Penulis :
Aditya Yohan