HOME  ⁄  Ekonomi

Rehabilitasi 1.093 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Aceh Utara Mulai Dilakukan Pemerintah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Rehabilitasi 1.093 Hektare Sawah Terdampak Banjir di Aceh Utara Mulai Dilakukan Pemerintah
Foto: Alat berat mulai mengerjakan program rehabilitasi sawah terdampak bencana di Aceh Utara (sumber: Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara)

Pantau - Kementerian Pertanian mulai merehabilitasi 1.093 hektare sawah milik masyarakat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara sebagai langkah pemulihan ekonomi dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Program rehabilitasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, dari Banda Aceh.

"Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat serta menjaga ketahanan pangan daerah," ungkapnya.

Tahap Awal Rehabilitasi di Empat Kecamatan

Tahap pertama rehabilitasi dilakukan secara bertahap di empat kecamatan yakni Sawang, Muara Baru, Dewantara, dan Langkahan.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November sebelumnya berdampak besar terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut.

Total luas sawah yang terdampak mencapai 18.316 hektare atau sekitar 46 persen dari total luas baku sawah sebesar 39.762 hektare.

Rincian kerusakan mencakup 4.679 hektare rusak parah, 6.447 hektare rusak sedang, dan 7.189 hektare rusak ringan.

Upaya Pemulihan dan Sumber Pendanaan

Seluruh data kerusakan sektor pertanian telah dimasukkan dalam rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sumber pendanaan program rehabilitasi direncanakan berasal dari APBN melalui kementerian terkait.

Pemerintah daerah bersama Bupati terus mengupayakan agar seluruh sawah terdampak dapat direhabilitasi secara menyeluruh.

"Tujuan utama rehabilitasi adalah agar masyarakat dapat kembali bertani dan mempercepat pemulihan ekonomi," ujarnya.

Perbaikan sawah diyakini akan berdampak signifikan karena sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan pada sektor pertanian.

Upaya ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Aceh Utara.

Penulis :
Shila Glorya