
Pantau - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu, 8 April 2026, menguat 93 poin atau 0,54 persen ke posisi Rp17.012 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.105 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global terkait meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen Global Dorong Penguatan Rupiah
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah terutama didorong oleh pengumuman gencatan senjata dua arah antara Amerika Serikat dan Iran.
“AS menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran selama dua minggu dalam apa yang ia sebut sebagai ‘gencatan senjata dua arah’, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat secara prinsip telah menerima proposal Iran yang berisi 10 poin untuk mengakhiri konflik.
“AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai sebagai ‘dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi’, serta mengindikasikan kesiapan untuk memanfaatkan periode tersebut guna melanjutkan perundingan, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi lebih lanjut,” ia mengungkapkan.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut proposal tersebut sebagai kerangka awal negosiasi menuju kesepakatan yang lebih luas meski belum dijelaskan secara rinci kepada publik.
Isi Proposal dan Dampak ke Pasar Energi
Laporan Islamic Republic of Iran Broadcasting menyebut proposal mencakup sejumlah poin penting, antara lain jaminan tidak adanya agresi terhadap Iran, pengakuan hak pengayaan uranium, serta pencabutan sanksi utama dan sekunder dari Amerika Serikat.
Selain itu, Iran tetap mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz, penghentian resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran, hingga pembayaran kompensasi kepada Iran.
Proposal juga mencakup penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan serta penghentian permusuhan di berbagai wilayah termasuk Lebanon.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa pembicaraan tersebut belum menandakan berakhirnya perang karena kesepakatan final masih bergantung pada terpenuhinya seluruh syarat dan pembahasan lanjutan.
Selama masa negosiasi, jalur aman di Selat Hormuz akan dijamin melalui koordinasi militer Iran.
Pengumuman ini turut berdampak pada pasar energi global dengan harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan.
Harga minyak jenis WTI tercatat turun lebih dari 15 persen hingga berada di bawah 100 dolar AS per barel.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah ke level Rp17.009 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.092 per dolar AS.
- Penulis :
- Arian Mesa








