
Pantau - PT Bank Permata Tbk menetapkan pembagian dividen tahun buku 2025 sebesar Rp1,266 triliun atau setara Rp35 per saham kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 7 April 2026.
Keputusan tersebut diambil seiring kinerja positif perseroan sepanjang 2025 yang mencatat laba setelah pajak sebesar Rp3,6 triliun serta pertumbuhan total aset 3,6 persen secara tahunan menjadi Rp268,3 triliun.
Direktur Utama Meliza M. Rusli menyampaikan bahwa perusahaan terus berinovasi dan memperkuat fundamental bisnis.
"Kami konsisten menghadirkan inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan," ungkapnya.
Perubahan Pengurus dan Penguatan Organisasi
RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan dengan mengangkat Sorakrit Phruthanontachai sebagai Direktur Perseroan.
Pengangkatan tersebut berlaku efektif setelah memenuhi persyaratan, termasuk lolos uji kemampuan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan.
Sorakrit diketahui memiliki pengalaman lebih dari 27 tahun di Bangkok Bank sebelum bergabung dengan Permata Bank.
Susunan Dewan Komisaris dipimpin oleh Chartsiri Sophonpanich sebagai Komisaris Utama dengan anggota Chong Toh, Niramarn Laisathit, dan Chalit Tayjasanant.
Komisaris Independen terdiri dari Haryanto Sahari, Goei Siauw Hong, Yap Tjay Soen, dan Riswinandi.
Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Meliza Musa Rusli sebagai Direktur Utama dengan Dhien Tjahajani sebagai Direktur Kepatuhan.
Direktur lainnya meliputi Dayan Sadikin, Setiatno Budiman, Rudy Basyir Ahmad, Eddie Sajoga, Evi, Ahmad Mikail Madjid, dan Sorakrit Phruthanontachai.
Rudy Basyir Ahmad juga membidangi Unit Usaha Syariah dalam struktur organisasi perseroan.
Dewan Pengawas Syariah dipimpin oleh Prof Dr H Jaih sebagai Ketua dengan anggota Asep Supyadillah dan Habibullah.
Kinerja Keuangan dan Permodalan
Permata Bank mencatat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio atau CAR) sebesar 34,6 persen dan rasio Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 26,6 persen sepanjang 2025.
Kinerja tersebut memperkuat posisi Permata Bank sebagai salah satu bank umum komersial besar di Indonesia.
Permodalan yang kuat dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan di masa depan.
- Penulis :
- Shila Glorya








