HOME  ⁄  Ekonomi

HIPMI Womenpreneur Dorong UMKM Perempuan Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital melalui Program AIM ASEAN

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

HIPMI Womenpreneur Dorong UMKM Perempuan Jadi Pemain Utama Ekonomi Digital melalui Program AIM ASEAN
Foto: (Sumber : Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara HIPMI Womenpreneur dengan Kaizen Collaborative Impact selaku "local implementing partner" untuk program "Artificial Intelligence for MSME Advancement in ASEAN" (AIM ASEAN) di Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4/2026). ANTARA/HO-HIPMI Womenpreneur.)

Pantau - HIPMI Womenpreneur mendorong pelaku UMKM perempuan menjadi motor penggerak ekonomi digital melalui integrasi program Artificial Intelligence for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) di seluruh Indonesia.

Program Digitalisasi dan Jangkauan Nasional

Ketua HIPMI Womenpreneur Ayse Melissa Hamid menegaskan program ini bertujuan menjadikan pengusaha perempuan sebagai pelaku utama dalam ekonomi digital global.

"Melalui AIM ASEAN, kami ingin memastikan pengusaha perempuan tidak hanya jadi penonton, tetapi pemain utama dalam ekonomi digital dunia," ujarnya.

Program tersebut diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Kaizen Collaborative Impact sebagai mitra pelaksana di Indonesia.

AIM ASEAN menargetkan lebih dari 5.000 UMKM perempuan untuk mendapatkan pelatihan digital serta akses sumber daya tanpa biaya.

Implementasi program dilakukan secara berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah untuk menjangkau seluruh pelosok Indonesia, termasuk komunitas yang selama ini kurang terlayani.

Pemanfaatan AI dan Pemberdayaan Ekonomi

Program ini mengintegrasikan literasi digital dan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) guna membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha perempuan.

"AIM ASEAN adalah jembatan teknologi bagi 5.000 perempuan di Indonesia untuk mengadopsi AI secara praktis dan aman," ujar perwakilan Kaizen Impact Ismita Saputri.

Inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tingkat lokal dan regional.

Penulis :
Aditya Yohan