
Pantau - Jakarta, 09-04-2026 - Minimnya pemahaman generasi muda terhadap aturan kepabeanan dan proses ekspor-impor masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan global. Padahal, literasi di bidang ini penting tidak hanya bagi calon pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas agar dapat berperan aktif dalam mendukung perekonomian nasional. Untuk itu, sinergi antara Bea Cukai dan dunia pendidikan menjadi langkah strategis dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan tersebut.
Upaya ini salah satunya dilakukan melalui kegiatan edukasi di SMK Bopkri 1 Yogyakarta pada Selasa (31/03). Dalam program Bejo Ngajar, Bea Cukai Yogyakarta hadir sebagai guru tamu untuk memberikan pemahaman kepada siswa Jurusan Manajemen Logistik mengenai peran Bea Cukai dalam pengawasan dan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai.
Para siswa dikenalkan dengan alur proses impor dan ekspor, mulai dari tahap awal hingga barang keluar atau masuk wilayah Indonesia. Selain itu, materi juga mencakup pengenalan Harmonized System (HS) sebagai sistem klasifikasi barang dalam perdagangan internasional, serta berbagai fasilitas kepabeanan dan cukai yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan antusiasme siswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa memiliki wawasan yang lebih luas serta kesiapan menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor logistik dan perdagangan internasional.
Sementara itu, edukasi serupa juga menyasar kalangan mahasiswa melalui kunjungan akademik ke Bea Cukai Tanjung Priok pada Rabu (08/04). Sebanyak 59 mahasiswa Binus Business School Undergraduate Program jurusan International Business Management mengikuti kegiatan yang berlangsung di Jakarta tersebut.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Priok, Niko Budhi Darma, menekankan pentingnya pengalaman belajar langsung. “Semoga ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini bermanfaat dan selaras dengan bidang studi International Business Management. Baik jika suatu saat teman-teman mahasiswa ingin membuka bisnis dan berkegiatan ekspor-impor, maupun hanya melakukan perjalanan ke luar negeri, pengetahuan yang didapat di sini dapat diterapkan dan bahkan disebarkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Mahasiswa mengikuti dua sesi, yakni sesi kelas dan kunjungan lapangan ke TPS New Priok Container Terminal One (NPCT1) untuk melihat langsung proses kepabeanan. Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung.
Melalui kolaborasi ini dan dengan semakin meningkatnya literasi kepabeanan di kalangan pelajar dan mahasiswa, diharapkan lahir generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global, sekaligus mampu berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








