HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Menguat Tipis di Tengah Bayang-bayang Konflik Timur Tengah dan Kenaikan Harga Minyak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Menguat Tipis di Tengah Bayang-bayang Konflik Timur Tengah dan Kenaikan Harga Minyak
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 28,38 poin atau 0,39 persen ke level 7.307,59 pada Kamis sore meskipun pasar dibayangi kekhawatiran terkait potensi pelanggaran gencatan senjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Indeks LQ45 juga tercatat naik tipis sebesar 0,28 poin atau 0,04 persen ke posisi 733,90 di tengah pelemahan mayoritas bursa saham Asia.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyampaikan bahwa ketidakpastian pasar dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah terkait gencatan senjata.

Ia mengungkapkan, "Kondisi pasar saat ini masih dibayangi ketidakpastian terkait gencatan senjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel."

Tekanan Global dan Kenaikan Harga Minyak

Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa beberapa bagian dari proposal gencatan senjata telah dilanggar setelah serangan terbaru Israel ke Lebanon.

Iran juga masih melakukan pemblokiran sebagian terhadap Selat Hormuz yang merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia.

Harga minyak mentah dunia pun mengalami kenaikan dengan minyak WTI berada di level 97,44 dolar AS per barel.

Harga minyak Brent juga tercatat naik ke level 97,77 dolar AS per barel pada Kamis pukul 16.54 WIB.

Risalah rapat The Fed menunjukkan semakin banyak anggota yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga guna menekan inflasi meskipun sebagian lainnya masih berharap langkah berikutnya adalah penurunan suku bunga.

Sentimen Domestik dan Pergerakan Sektor

Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik mobil listrik sebagai bagian dari dukungan terhadap hilirisasi industri nasional.

Presiden juga memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak nasional aman untuk satu tahun ke depan sehingga membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap dampak konflik Timur Tengah.

IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona negatif hingga akhir sesi pertama sebelum berbalik menguat pada sesi kedua hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor mengalami penguatan dengan sektor energi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,03 persen.

Sektor barang konsumen non primer naik sebesar 1,82 persen diikuti sektor infrastruktur yang menguat 0,47 persen.

Sebaliknya, tujuh sektor mengalami pelemahan dengan sektor industri turun paling dalam sebesar minus 1,36 persen.

Sektor keuangan melemah sebesar 1,24 persen dan sektor barang konsumen primer turun sebesar 0,68 persen.

Saham dengan penguatan terbesar meliputi PEGE, HDFA, ASPI, APIC, dan MSIN.

Saham dengan pelemahan terbesar meliputi TEBE, GSMF, GULA, LFLO, dan MEGA.

Frekuensi perdagangan mencapai 2.242.170 transaksi dengan volume 29,04 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,97 triliun.

Sebanyak 278 saham menguat, 378 saham melemah, dan 164 saham stagnan.

Bursa saham regional Asia mayoritas ditutup melemah dengan indeks Nikkei turun 413,10 poin atau 0,78 persen ke 55.895,32.

Indeks Shanghai turun 28,83 poin atau 0,73 persen ke 3.966,17, indeks Kuala Lumpur melemah 10,07 poin atau 0,59 persen ke 1.686,24, dan indeks Strait Times turun 18,97 poin atau 0,38 persen ke 4.977,08.

Penulis :
Arian Mesa