
Pantau - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu menembus di atas 5 persen pada 2026 meski menghadapi tekanan global akibat konflik di Timur Tengah.
Faktor Penopang di Tengah Disrupsi Global
Eddy menjelaskan konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah berdampak pada terganggunya rantai pasok energi dunia sehingga memicu perlambatan ekonomi global.
"Memang seluruh negara di dunia akan terkena imbas perang di Timur Tengah yang belum berakhir sampai sekarang. Pertumbuhan ekonomi secara global tentu akan terdisrupsi karena rantai pasok energi sangat terganggu," ungkapnya di Jakarta, Senin.
Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan sebagai eksportir sumber daya alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, dan timah yang mengalami kenaikan harga.
"Berbeda dengan negara-negara lain, Indonesia juga eksportir sumber daya alam seperti batu bara, minyak kelapa sawit, nikel, timah dan lainnya, yang mengalami apresiasi harga yang tidak kecil," ujarnya.
Selain itu, Indonesia dinilai relatif mandiri dalam sektor ketenagalistrikan karena memanfaatkan sumber energi domestik seperti batu bara dan gas.
Tantangan Fiskal dan Antisipasi Inflasi
Meski optimistis, Eddy mengakui ruang fiskal dalam APBN saat ini cukup ketat sehingga pemerintah perlu cermat dalam mengelola anggaran.
Ia mengingatkan potensi kenaikan harga bahan baku seperti plastik dan pupuk yang dapat berdampak pada lonjakan harga pangan dan kebutuhan rumah tangga.
"Terakhir, kita juga perlu mengantisipasi kenaikan harga lebih tinggi lagi dari bahan baku plastik dan pupuk yang akan menyebabkan kenaikan harga pangan dan produk makanan melonjak," katanya.
Eddy juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penghematan energi bersubsidi agar anggaran dapat dialihkan bagi kelompok yang lebih membutuhkan.
"Saya juga mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi menghemat penggunaan energi bersubsidi misalnya, agar anggaran penghematan ini bisa kemudian dialokasikan untuk diberikan kepada saudara-saudara kita yang lebih membutuhkannya," tuturnya.
Ia menambahkan pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui pengendalian inflasi dan penyediaan bantalan sosial bagi masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan









