
Pantau - Menteri Investasi Rosan Roeslani menyatakan investor global tetap berkomitmen menanamkan modal di Indonesia meskipun terjadi dinamika geopolitik global, usai Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 13 April 2026.
Rosan mengungkapkan komitmen tersebut terlihat dari hasil pertemuan langsung pemerintah dengan pelaku usaha di berbagai negara.
"Sejauh ini mereka tetap berkomitmen dan investasi tetap berjalan. Terutama di bidang-bidang berbagai macam industri, hilirisasi," ungkapnya.
Komitmen Investor dari Asia hingga Timur Tengah
Negara mitra utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang termasuk lima besar investor di Indonesia masih menunjukkan minat kuat untuk melanjutkan investasi.
Ia menjelaskan hasil pertemuan dengan pelaku usaha di negara-negara tersebut menunjukkan kondisi global saat ini belum mengganggu rencana investasi mereka di Indonesia.
Minat investasi dari kawasan Timur Tengah justru mengalami peningkatan di tengah dinamika global.
"Ini justru para investor yang melalui negara-negara Timur Tengah berbicara juga secara intens kepada kami dan kami pun secara aktif juga bertemu dengan para potensial investor itu," ujarnya.
Aktivitas Usaha Domestik Ikut Meningkat
Pemerintah disebut aktif berdialog dengan investor dalam setiap kunjungan luar negeri, baik melalui forum besar maupun pertemuan terbatas.
"Baik dalam pertemuan besar yang 100 sampai 200 orang, maupun dengan pertemuan yang kecil, 12 orang, 10 orang, di setiap negara, itu kita mendapatkan masukan dan input secara langsung," jelasnya.
Stabilitas politik, keamanan, dan iklim investasi Indonesia dinilai menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan investor global.
Di dalam negeri, aktivitas usaha menunjukkan tren peningkatan yang ditandai dengan bertambahnya jumlah pendaftaran pelaku usaha.
"Dari lima bulan terakhir itu 1,8 juta pendaftaran baik dari segi UMKM-nya maupun pengusaha kita yang ingin berinvestasi," katanya.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada 31 Maret 2026 menghasilkan komitmen investasi sekitar 23,6 miliar dolar AS atau setara Rp401 triliun untuk proyek strategis.
Kunjungan ke Korea Selatan pada 1 April 2026 juga menghasilkan komitmen investasi sebesar 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp173 triliun melalui penandatanganan MoU antara pelaku bisnis kedua negara.
Berbagai komitmen tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Kombinasi stabilitas nasional, peningkatan aktivitas usaha domestik, dan dukungan investasi global dinilai menjaga arus investasi tetap positif.
- Penulis :
- Leon Weldrick








