HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp17.143 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global dan Ketegangan Geopolitik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Rupiah Menguat ke Rp17.143 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global dan Ketegangan Geopolitik
Foto: Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Pusat BNI, Jakarta. (sumber: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Pantau - Nilai tukar rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.143 per dolar AS pada perdagangan Selasa dari sebelumnya Rp17.168 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi di tengah tekanan geopolitik global yang masih berlangsung serta dinamika pasar keuangan internasional.

Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menilai ketangguhan ekonomi nasional menjadi faktor utama penguatan rupiah.

"Ia menyampaikan bahwa Pemerintah terus mendorong investasi dengan menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai target serta menyelaraskan kebijakan fiskal dengan realisasinya untuk perbaikan ekonomi berkelanjutan," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini menggeser fokus pembangunan menuju stabilitas dan pertumbuhan produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Transformasi ekonomi tersebut ditopang oleh tiga pilar utama yakni investasi, industrialisasi, dan produktivitas.

Ketahanan Ekonomi dan Peran APBN

Kinerja ekonomi Indonesia dinilai relatif lebih kuat dibandingkan negara-negara G20 dan negara berkembang lainnya.

Ketahanan tersebut didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi rendah, serta defisit dan rasio utang yang tetap terjaga.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berperan sebagai shock absorber dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global.

Pemerintah juga menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto.

"Ia mengungkapkan bahwa Indonesia akan mengoptimalkan sinergi kebijakan fiskal dan moneter serta memanfaatkan peran Danantara dalam mobilisasi investasi di luar APBN," jelasnya.

Meskipun terjadi arus keluar devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS dan sempat menekan rupiah, cadangan devisa tetap memadai.

Kondisi tersebut menunjukkan kredibilitas makrofinansial Indonesia tetap kuat dalam menghadapi tekanan eksternal.

Tekanan Global dan Faktor Geopolitik

Pasar global masih dibayangi ketidakpastian hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi pengiriman delegasi yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance ke Pakistan untuk melanjutkan pembicaraan.

Di sisi lain, pejabat Iran menyatakan negosiasi sulit dilakukan selama blokade angkatan laut Amerika Serikat masih berlangsung.

Namun Iran tetap mengirim delegasi ke Islamabad melalui mediator regional untuk melanjutkan dialog.

Gencatan senjata antara kedua negara diperkirakan berakhir pada Rabu 22 April 2026 dengan peluang perpanjangan yang dinilai kecil.

Ketegangan ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi aksi militer lanjutan di kawasan Timur Tengah.

Kurs referensi Bank Indonesia yaitu JISDOR turut menguat ke level Rp17.142 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.176 per dolar AS.

Penulis :
Leon Weldrick