
Pantau.com - Rusia bakal melakukan pemeriksaan intensif setelah kepala ruang angkasa mengatakan adanya kebocoran udara di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Diduga hal itu lantaran disabotase.
Kepala badan luar angkasa Dmitry Rogozin mengatakan, lubang yang terdeteksi di sebuah pesawat ruang angkasa Rusia yang berlabuh di stasiun yang mengorbit disebabkan oleh latihan dan bisa dilakukan dengan sengaja, baik di Bumi atau oleh astronot di luar angkasa.
Baca juga: AS Dituding Gunakan Google dan YouTube Kacaukan Pemilu Rusia
Astronot menggunakan selotip untuk menutup kebocoran setelah itu menyebabkan hilangnya tekanan kecil di dalam pesawat.
"Ada beberapa upaya pengeboran," kata Rogozin seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/9/2018).
"Apa ini, cacat produksi atau beberapa tindakan terencana?"
"Kami memeriksa versi Earth. Tapi ada versi lain yang tidak kami abaikan. Ini adalah gangguan yang disengaja di ruang angkasa."
Rogozin telah meminta komisi negara untuk mencari pelaku sabotase pesawat luar angka tersebut.
Baca juga: Sepak Terjang Rahmawati Husein hingga Ditunjuk PBB Jadi Penasihat CERF
Tindakan ini adalah persoalah kehormatan sebuah negara dan menjaga nama baik perusahaan manufaktur ruang angkasa Energiya Rusia yang membuat Soyuz.
Diminta komentar atas tuduhan kemungkinan sabotase, juru bicara NASA merujuk semua pertanyaan ke badan antariksa Rusia yang mengawasi analisis komisi
- Penulis :
- Widji Ananta








