
Pantau - Rencana Donald Trump untuk mengembalikan nama Gunung Denali menjadi Gunung McKinley memunculkan kembali perdebatan lama antara penghormatan terhadap tradisi lokal dan pelestarian warisan sejarah. Gunung ini, yang terletak di Alaska, adalah puncak tertinggi di Amerika Utara dengan ketinggian lebih dari 6.100 meter.
Nama asli gunung tersebut, Denali, berasal dari bahasa suku pribumi Athabascan, yang berarti "Yang Tinggi." Namun, pada tahun 1896, nama gunung ini diubah menjadi McKinley oleh seorang penambang emas, sebagai penghormatan terhadap William McKinley, calon presiden dari Partai Republik yang mendukung standar emas.
McKinley kemudian menjadi presiden ke-25 Amerika Serikat dan memimpin negara menuju kemenangan dalam Perang Spanyol-Amerika. Namun, masa kepemimpinannya berakhir tragis setelah ia dibunuh pada tahun 1901. Pada tahun 1917, nama Gunung McKinley secara resmi diabadikan sebagai nama puncak gunung tersebut.
Baca Juga:
Donald Trump Tunjuk Richard Grenell sebagai Utusan Khusus Presiden
Perubahan besar terjadi pada 2015, ketika Presiden Barack Obama memutuskan untuk mengembalikan nama asli gunung itu menjadi Denali. Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat pribumi Alaska, yang menganggap Denali lebih mencerminkan sejarah dan budaya mereka. Namun, keputusan tersebut juga menuai kritik dari sebagian kelompok yang menganggap McKinley layak dikenang atas jasa-jasanya sebagai presiden.
Kini, Presiden terpilih Donald Trump mengumumkan rencananya untuk mengembalikan nama McKinley sebagai penghormatan terhadap warisan sejarah. "McKinley adalah presiden yang hebat," ujar Trump dalam pidatonya di Phoenix, seraya menegaskan komitmennya untuk "mengembalikan nama Gunung McKinley karena menurut saya ia pantas mendapatkannya."
Pernyataan ini memicu respons keras dari sejumlah pihak, termasuk Senator Alaska Lisa Murkowski."Hanya ada satu nama yang pantas untuk gunung tertinggi di Amerika Utara: Denali - yang Agung," tulis Murkowski di media sosial X.
Perdebatan tentang nama gunung ini mencerminkan tarik-menarik antara tradisi lokal dan warisan nasional. Pendukung Denali berpendapat bahwa nama asli mencerminkan penghormatan terhadap masyarakat pribumi yang telah hidup di Alaska selama ribuan tahun. Di sisi lain, pendukung McKinley menganggap nama tersebut sebagai penghargaan bagi salah satu pemimpin penting dalam sejarah Amerika Serikat.
Dengan Trump yang akan segera menjabat kembali, nasib nama puncak tertinggi ini masih menjadi pertanyaan. Apakah Denali akan tetap menjadi simbol penghormatan budaya pribumi, atau akan kembali menjadi McKinley sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah nasional?
- Penulis :
- Ahmad Ryansyah



