Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Gaza Utara Dibuka, Warga Israel Khawatir Terulangnya Serangan

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Gaza Utara Dibuka, Warga Israel Khawatir Terulangnya Serangan
Foto: Ribuan warga Gaza melintasi Jalan Al-Rashid menuju Koridor Netzarim untuk kembali ke utara, Senin (27/1/2025). (Getty Images)

Pantau - Perjalanan panjang menuju rumah yang hancur menjadi kenyataan pahit bagi ribuan warga Palestina, sementara di sisi lain perbatasan, warga Israel hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

Baca juga: Operasi Militer Israel Lukai Lima Warga Palestina, 12 Korban Tewas

Setelah gencatan senjata yang dimulai pada Minggu (19/1/2025), pemandangan ribuan orang berjalan kaki dan konvoi kendaraan menuju Gaza Utara memunculkan perasaan campur aduk.

Sderot, kota Israel yang berdekatan dengan perbatasan Gaza, menjadi saksi serangan mematikan pada 7 Oktober 2023. Kala itu, militan Hamas menembus pagar keamanan, membunuh 1.200 warga, dan menyandera lebih dari 250 orang. 

“Kami terkunci di dalam rumah, sementara mereka berjalan di jalanan. Mereka datang dari Gaza Utara,” ungkap A. Ben-Dayian (48), warga Sderot yang kehilangan saudara dalam serangan tersebut.

Sementara itu, menurut data Kementerian Kesehatan Hamas, kampanye militer Israel telah menewaskan hampir 47.000 warga Palestina dan membuat Gaza menjadi puing-puing. Sebagian besar penduduknya juga terpaksa mengungsi.

Baca juga: Badan Pertahanan Sipil Gaza Temukan 66 Jasad usai Gencatan Senjata

Kini, tahap awal gencatan senjata enam minggu memungkinkan kembalinya pengungsi ke Gaza Utara, penarikan bertahap pasukan Israel, peningkatan bantuan, serta pertukaran tahanan.

Namun, menteri keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyebut kembalinya warga Gaza Utara sebagai bukti "harga berat" yang harus dibayar Israel untuk kesepakatan ini. Warga Palestina yang kembali berharap perang segera berakhir, meski ketegangan terus membayangi.

“Segala yang terjadi pada 7 Oktober bisa terulang,” ujar Alex Spector (68), warga Sderot, menyoroti kekhawatiran baru dengan kembalinya Hamas ke wilayah utara.

Sumber: REUTERS

Penulis :
Khalied Malvino