
Pantau - Tujuh roket menghantam wilayah Teheran di sekitar kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan kawasan Istana Kepresidenan pada Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 16.48 WIB.
Kantor berita Fars melaporkan sekitar tujuh roket menghantam area tersebut pada Sabtu sore, memicu kepanikan warga di pusat ibu kota Iran.
Kantor berita Mehr mengutip seorang sumber yang menyatakan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian tidak mengalami luka dalam serangan tersebut.
Pada hari yang sama, sejumlah apartemen warga dilaporkan hancur akibat serangan rudal di beberapa distrik pusat Teheran.
Laporan mengenai hancurnya apartemen tersebut disampaikan oleh saluran televisi Iran SNN pada Sabtu, 28 Februari.
Dua ledakan tambahan kembali mengguncang Teheran, berdasarkan laporan kantor berita Tasnim.
Selain di ibu kota, sejumlah ledakan juga terjadi di kota pelabuhan Chabahar di provinsi Sistan dan Baluchestan, wilayah tenggara Iran.
Laporan mengenai ledakan di Chabahar tersebut disampaikan oleh kantor berita Mehr.
Pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, Israel meluncurkan serangan terhadap Iran.
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa pemerintah menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya setelah serangan dilancarkan.
Serangan Dekat Pusat Kekuasaan Iran
Serangan roket yang menghantam wilayah dekat kediaman Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Kepresidenan menandai eskalasi signifikan di pusat kekuasaan Iran.
Belum ada keterangan resmi dari otoritas Iran mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan di sekitar kompleks kepemimpinan negara tersebut.
Selain di Teheran, ledakan juga dilaporkan terjadi di Chabahar yang merupakan kota pelabuhan strategis di tenggara Iran.
Hingga Sabtu malam, situasi keamanan di sejumlah wilayah Iran masih dalam pemantauan otoritas setempat menyusul rangkaian serangan tersebut.
- Penulis :
- Leon Weldrick







