Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Kekeringan Parah Melanda Inggris, Dinyatakan sebagai Insiden Nasional yang Signifikan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kekeringan Parah Melanda Inggris, Dinyatakan sebagai Insiden Nasional yang Signifikan
Foto: (Sumber: Foto yang diambil pada 20 Juni 2025 ini menunjukkan pemandangan London Wetland Centre di London, Inggris. Sebagai bagian penting dari ekosistem dunia, lahan basah memainkan peran besar dalam berbagai aspek, termasuk ekologi, lingkungan, ekonomi, dan sosial. (ANTARA/Xinhua/Li Ying))

Pantau - Badan Lingkungan Hidup (Environment Agency) Inggris resmi menyatakan krisis kekurangan air yang tengah melanda negara tersebut sebagai insiden nasional yang signifikan, menyusul kondisi kering ekstrem yang belum pernah terjadi sejak tahun 1976.

Waduk Menyusut, Lima Wilayah Masuki Status Kekeringan

Lima wilayah di Inggris kini secara resmi mengalami kekeringan, sementara enam wilayah lainnya menghadapi kondisi kering berkepanjangan.

Situasi ini dipicu oleh periode enam bulan paling kering yang terjadi sejak awal 2025, dengan puncaknya hingga Juli 2025.

Meski sempat terjadi hujan badai di beberapa wilayah pada bulan Juli, data menunjukkan bahwa aliran sungai dan level air waduk tetap menurun drastis sejak Juni.

Cadangan air di waduk mengalami penurunan 2 persen dalam satu minggu terakhir, turun ke angka rata-rata 67,7 persen dari kapasitas penuh.

Sebagai perbandingan, kapasitas waduk masih berada di 80,5 persen pada awal Agustus, dan 75,6 persen pada bulan sebelumnya.

Serikat Petani Nasional Inggris menyatakan bahwa kekurangan air ini telah mengganggu musim tanam dan memperburuk kondisi pertanian.

Para ahli memperingatkan bahwa kekeringan berdampak serius terhadap penurunan hasil panen, berkurangnya pakan ternak, kerusakan habitat sungai dan lahan basah, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan.

Cuaca Ekstrem Tingkatkan Ancaman Kesehatan dan Krisis Air Masa Depan

Bulan Juli 2025 tercatat sebagai bulan terpanas kelima dalam sejarah Inggris, dan awal Agustus ditandai dengan kondisi lebih kering serta gelombang panas keempat yang melanda selama musim panas ini.

Kondisi ini menambah tekanan terhadap pasokan air dan jalur navigasi.

Badan meteorologi Inggris, Met Office, memperkirakan tekanan udara tinggi dan aliran udara dari selatan akan menyebabkan suhu meningkat di sebagian besar wilayah Inggris dan Wales dalam waktu dekat.

Para ahli juga mengingatkan potensi risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem, seperti sengatan panas (heatstroke), dehidrasi, dan masalah pernapasan.

Helen Wakeham, Direktur Urusan Air di Badan Lingkungan Hidup Inggris sekaligus ketua National Drought Group, menyatakan pentingnya peran semua pihak dalam menanggapi krisis ini.

"Situasi saat ini memiliki dampak signifikan secara nasional, dan kami menyerukan kepada semua pihak untuk memainkan peran mereka serta membantu mengurangi tekanan pada lingkungan air kita," ujarnya.

Pada Juni lalu, Badan Lingkungan Hidup telah memperingatkan bahwa tanpa tindakan konservasi air yang mendesak, Inggris bisa mengalami defisit pasokan harian sebesar 5 miliar liter pada tahun 2055.

Selain itu, terdapat potensi defisit tambahan sebesar 1 miliar liter untuk kebutuhan ekonomi lainnya.

Penulis :
Aditya Yohan