Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Geopolitik

Pendaftar Mahasiswa Internasional ke AS Turun 17 Persen Akibat Pengetatan Visa dan Kebijakan Imigrasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pendaftar Mahasiswa Internasional ke AS Turun 17 Persen Akibat Pengetatan Visa dan Kebijakan Imigrasi
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS). ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Pendaftaran mahasiswa internasional baru di perguruan tinggi dan universitas Amerika Serikat tahun ini turun tajam.

Penurunan Akibat Kebijakan Visa dan Imigrasi

Penurunan terjadi di tengah meningkatnya keterlambatan visa serta pengetatan kebijakan imigrasi oleh pemerintahan Trump.

Institute of International Education (IIE) melaporkan penurunan 17 persen pendaftar mahasiswa internasional baru untuk semester musim gugur 2025, menjadi penurunan terbesar di luar masa pandemi dalam lebih dari satu dekade.

Survei menunjukkan 96 persen institusi menyebut kesulitan pengajuan visa sebagai hambatan utama.

Sebanyak 68 persen institusi menyoroti pembatasan perjalanan sebagai hambatan tambahan.

Kekhawatiran calon mahasiswa internasional terkait perasaan tidak diterima di AS mencapai 67 persen.

Kecemasan terhadap situasi sosial dan politik yang lebih luas mencapai 64 persen.

Sentimen anti-imigran yang disuarakan beberapa pejabat dan tokoh pemerintahan berpotensi memperburuk kondisi dan memengaruhi penurunan pendaftar baru.

“kurang kompetitif”, ungkap CEO Association of International Educators Fanta Aw.

Dampak Ekonomi dan Kekhawatiran Masa Depan

Kelompok tersebut memperkirakan kerugian ekonomi sebesar 1,1 miliar dolar AS akibat berkurangnya mahasiswa internasional tahun ini.

Banyak universitas mengenakan biaya lebih tinggi kepada mahasiswa internasional yang membantu menekan biaya kuliah mahasiswa lokal.

Dengan berkurangnya mahasiswa internasional, biaya kuliah reguler diperkirakan akan meningkat.

Mahasiswa internasional berkontribusi hampir 43 miliar dolar AS bagi perekonomian AS pada tahun akademik 2024–2025.

Mereka juga mendukung lebih dari 355.000 lapangan kerja di berbagai sektor.

Setelah lulus, banyak yang bekerja sebagai dokter atau profesional lain di wilayah pedesaan maupun perkotaan yang kurang diminati warga Amerika.

Pengetatan kebijakan saat ini dikhawatirkan memicu kekurangan tenaga kerja di sejumlah profesi penting dalam beberapa tahun ke depan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti