Pantau Flash
HOME  ⁄  Geopolitik

Guterres Serukan Solusi Dua Negara dalam Peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Guterres Serukan Solusi Dua Negara dalam Peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina
Foto: (Sumber: Orang-orang berjalan di antara reruntuhan di kawasan permukiman Zeitoun, Kota Gaza tenggara, pada 27 November 2025. (ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad).)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, kembali menyerukan pentingnya kemajuan permanen menuju solusi dua negara dalam pesannya pada peringatan Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina, Sabtu (29/11/2025).

Peringatan tahunan yang jatuh setiap 29 November ini berlangsung di tengah situasi genting setelah dua tahun penderitaan di Gaza dan dimulainya gencatan senjata yang sangat dibutuhkan.

Guterres menyampaikan bahwa para penyintas masih berduka atas kematian puluhan ribu orang yang mereka cintai, sementara kelaparan, penyakit, dan trauma terus menghantui wilayah tersebut.

Ia juga menyoroti ketidakadilan yang terus berlangsung di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serta tewasnya ratusan pekerja kemanusiaan selama konflik berlangsung.

Seruan Tegas untuk Keadilan dan Perdamaian

Guterres menegaskan bahwa tragedi yang terjadi merupakan ujian besar bagi norma dan hukum internasional yang telah menjadi pedoman komunitas global selama beberapa generasi.

"Pembunuhan terhadap begitu banyak warga sipil, pengusiran berulang terhadap populasi secara keseluruhan, dan upaya menghambat masuknya bantuan kemanusiaan tidak boleh dibenarkan dalam keadaan apa pun," ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa gencatan senjata yang berlaku saat ini memberikan secercah harapan, namun hanya akan berarti jika semua pihak menghormatinya secara penuh.

Guterres menyerukan kepada seluruh pihak untuk bekerja dengan itikad baik menuju solusi jangka panjang yang menjunjung tinggi hukum internasional.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas akses bantuan kemanusiaan ke Gaza dalam skala besar, dan meminta komunitas internasional untuk terus mendukung UNRWA, badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.

Komitmen terhadap Solusi Dua Negara

Dalam pernyataannya, Guterres kembali menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara sebagai jalan terbaik menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

"Saya mengulangi seruan saya untuk penghentian pendudukan ilegal atas Wilayah Palestina ... dan untuk mewujudkan kemajuan permanen menuju solusi dua negara, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan, dengan Israel dan Palestina hidup berdampingan dengan damai dan aman di dalam wilayahnya yang aman dan diakui, berdasarkan garis batas pra-1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kota kedua Negara," ujarnya.

Ia mengajak dunia bersatu dalam solidaritas untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina atas martabat, keadilan, dan penentuan nasib sendiri.

"Mari kita bersatu dalam solidaritas untuk hak-hak mereka atas martabat, keadilan, dan penentuan nasib sendiri, dan bekerja sama untuk membangun masa depan yang damai bagi semua pihak," katanya.

Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1977, merujuk pada resolusi pembagian Palestina yang diadopsi pada 29 November 1947.

Penulis :
Gerry Eka