
Pantau - Hampir 9.300 anak di bawah usia lima tahun di Jalur Gaza mengalami malnutrisi akut parah pada Oktober 2025, menurut laporan UNICEF.
UNICEF menyatakan bahwa situasi tersebut membahayakan nyawa dan kesejahteraan anak-anak, terutama karena datangnya musim dingin yang memperparah penyebaran penyakit dan meningkatkan risiko kematian di antara anak-anak paling rentan.
Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, mengungkapkan, "Meskipun ada kemajuan, ribuan anak di bawah usia lima tahun masih mengalami malnutrisi akut di Gaza, sementara banyak lagi yang tidak memiliki tempat berlindung, sanitasi, dan perlindungan yang layak terhadap musim dingin."
UNICEF juga menyayangkan terhambatnya pengiriman sejumlah besar pasokan musim dingin di perbatasan Gaza.
Kondisi Memburuk di Tengah Badai dan Gencatan Senjata
Kantor media pemerintah Gaza melaporkan bahwa badai musim dingin terbaru telah merusak sekitar 22.000 tenda pengungsi, menyebabkan lebih dari 288.000 rumah tangga kini tanpa perlindungan terhadap hujan dan udara dingin.
UNICEF menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat dikirim secara aman, cepat, dan tanpa hambatan, mengingat ribuan keluarga pengungsi masih bertahan di tempat penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, atau perlindungan dari cuaca ekstrem.
"Saat cuaca musim dingin tiba, ribuan keluarga pengungsi tetap berada di tempat penampungan sementara tanpa pakaian hangat, selimut, atau perlindungan dari cuaca, sementara hujan deras telah menghanyutkan sampah dan limbah melalui banjir dan masuk ke daerah pemukiman," ungkap UNICEF dalam pernyataannya.
Catherine Russell juga menyerukan agar semua penyeberangan ke Gaza dibuka, prosedur izin disederhanakan dan dipercepat, serta pasokan kemanusiaan diprioritaskan melalui semua rute, termasuk Mesir, Israel, Yordania, dan Tepi Barat.
Meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober, Gaza tetap mengalami tekanan kemanusiaan yang terus memburuk.
Pihak berwenang Gaza memperkirakan bahwa wilayah tersebut membutuhkan sekitar 300.000 tenda dan unit rumah prefabrikasi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal dasar warga setelah infrastruktur sipil hancur akibat dua tahun konflik.
Sejak Oktober 2023, hampir 70.000 orang di Gaza tewas akibat serangan militer Israel, sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 170.900 orang lainnya mengalami luka-luka dalam konflik berkepanjangan yang juga menyebabkan kerusakan besar di berbagai wilayah Gaza.
- Penulis :
- Gerry Eka







