
Pantau - Aqsa Working Group (AWG) menegaskan akan terus menggelorakan dukungan terhadap Palestina sepanjang tahun, meskipun Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2025 resmi berakhir pada Ahad, 30 November 2025.
Ketua Penyelenggara BSP 2025, Nur Hadis, menyampaikan hal tersebut saat penutupan BSP di Masjid Istiqlal, Jakarta.
"Sejak 7 Oktober 2023, dunia tidak pernah se-Palestina ini. Kami akan terus menyuarakan Palestina dan jangan sampai isu Palestina tertutup isu-isu lain," ujarnya.
Palestina Adalah Isu Penjajahan, Bukan Sekadar Konflik
Nur Hadis mengajak masyarakat Indonesia untuk tetap mendukung perjuangan rakyat Palestina, terutama saat gelombang dukungan global semakin besar.
Ia menegaskan bahwa situasi di Palestina bukan semata konflik atau peperangan, melainkan bentuk penjajahan oleh Zionis Israel.
"Terlebih, konstitusi Indonesia menyatakan bahwa kita tidak mendukung penjajahan satu negara terhadap negara lain, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan," tambahnya.
Sepanjang BSP 2025, AWG menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik, seperti bakti sosial, perlombaan, hingga pengibaran bendera Palestina di Sungai Kapuas dan Sungai Mahakam.
Kampanye Dukungan dan Kolaborasi Nasional-Internasional
Kampanye dukungan Palestina digelar di sekolah, kampus, masjid, serta komunitas masyarakat di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
AWG juga menyelenggarakan lomba karya tulis ilmiah bertema Palestina bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri, bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tunisia.
Sebanyak 17 mahasiswa dari berbagai negara mengikuti lomba tersebut.
Dalam upaya advokasi, AWG terus menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Kementerian Luar Negeri, BKSAP DPR RI, TNI, dan Polri.
"Tujuan kami adalah mewujudkan Palestina merdeka dan memastikan umat Islam bisa beribadah di masjid mereka sendiri, yaitu Masjid Al-Aqsa, yang masih dijajah Zionis Israel," tegas Nur Hadis.
- Penulis :
- Gerry Eka







